Jumat, 23 Januari 2026

Jaga Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

4100 Penjamah Makanan untuk Program MBG di Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Para penjamah makanan dari berbagai Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) Wilayah I Kepulauan Riau mengikuti Bimtek untuk meningkatkan keterampilan pengolahan dan penyajian makanan bergizi bagi anak-anak penerima manfaat Program MBG. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya dengan memberikan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan kepada ratusan peserta di wilayah I Kepulauan Riau, Sabtu (4/10).

Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Mercure Batam Center ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para penyedia makanan agar distribusi gizi anak berjalan aman, higienis, dan berkualitas.

Bimtek di semua lokasi berlangsung selama 2 hari yakni pada hari Sabtu, (4/10) dan Minggu (5/10). Lokasinya tidak hanya Grand Mercure Batamcenter. Namun, juga dilaksanakan di Harmoni One, AP Premier,  AGlow Hotel dan Aston Tanjung Pinang.

Direktur Pelaksana MBG Wilayah I, Wahyu Widisetyanta, mengatakan, para peserta merupakan penjamah makanan dari berbagai Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi pelaksana langsung program MBG.

“Dengan adanya Bimtek ini, mereka dibekali pengetahuan dasar yang bisa diaplikasikan langsung di lapangan. Tujuannya agar proses pengolahan dan penyajian makanan bagi anak-anak bisa sesuai standar keamanan pangan,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, kegiatan ini digelar serentak di beberapa wilayah lain seperti Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat sesuai zona pelaksanaan program.

“Pelatihan hari ini merupakan bagian dari upaya serentak nasional untuk memastikan keseragaman standar teknis di seluruh wilayah,” katanya.

Menurut Wahyu, peningkatan kapasitas penjamah makanan menjadi sangat penting di tengah maraknya isu terkait kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.

“Kami ingin memastikan para pelaksana MBG benar-benar memahami prinsip kebersihan, penyimpanan, dan distribusi makanan. Dengan begitu, kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, program MBG bukan hanya tentang pemberian makanan gratis, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat.

“Selain meningkatkan gizi anak-anak, program ini juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar SPPG. Jadi manfaatnya berlapis,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad yang hadir membuka kegiatan menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam pelaksanaan program nasional ini.

Ia mengingatkan agar setiap penyedia makanan bekerja dengan sepenuh hati, karena yang dikerjakan bukan semata urusan dapur, melainkan urusan masa depan bangsa.

“Kita menyiapkan generasi emas menuju 2045. Jadi, yang diberikan bukan hanya makanan bergizi, tapi juga masa depan anak-anak kita,” ucap Amsakar di hadapan peserta.

Amsakar juga berpesan agar persoalan kecil tidak sampai menodai upaya besar yang sedang dijalankan pemerintah.

“Satu dua kasus jangan sampai mencoreng seluruh kerja keras. Karena itu, semua harus berbenah, menjaga mutu, dan meningkatkan pelayanan,” tegasnya.

Ia bahkan mengingatkan agar para pelaku SPPG tidak berorientasi pada keuntungan semata. Tidak apa-apa untung sedikit, asalkan manfaatnya besar.

“Ini bukan bisnis biasa, tapi ladang amal. Apa yang dilakukan hari ini bernilai ibadah,” kata dia disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga menegaskan, peserta Bimtek adalah bagian penting dari keberhasilan program MBG. Mereka disebutnya sebagai “pahlawan” yang bekerja di garis depan memastikan gizi anak terpenuhi setiap hari.

“Kita berharap semua pihak ikut berkomitmen menjaga kualitas, agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek merupakan komitmen bersama antara penyelenggara, pemerintah daerah, dan para penjamah makanan untuk terus memperbaiki mutu serta standar pelayanan MBG di Kepri.

Harapannya, program yang diinisiasi Presiden RI ini tidak hanya diakui dunia, tapi juga benar-benar memberi manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia. (*)

 

Reporter: YASHINTA

Update