Minggu, 11 Januari 2026

Penolakan TPS Picu Krisis Sampah di Legenda dan Perumahan Oma, Warga Desak DLH Bertindak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tumpukan sampah yang dibuang warga terlihat di tepi Jalan Pemuda Bata Kota, Jumat (14/11). Lokasi tersebut bukanlah TPS. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Warga di kawasan Legenda, Perumahan Oma, hingga Kampung Air, mengeluhkan penumpukan sampah yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Kondisi ini diperparah setelah dua lokasi rencana Tempat Penampungan Sementara (TPS) yakni di perempatan SMPN 12 dan di Kampung Air ditolak warga sekitar.

Hal ini membuat masyarakat kebingungan harus membuang sampah ke mana. Tumpukan sampah terlihat menggunung di depan rumah warga. Banyak kantong sampah yang sudah meluber ke badan jalan, menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan mengundang penyakit.

“Kami sudah beberapa pekan bingung mau buang sampah ke mana. TPS di perempatan SMPN 12 ditolak, di Kampung Air juga tidak jadi. Sementara sampah di rumah sudah penuh semua. Ini bagaimana solusinya? Kami butuh tempat pembuangan yang jelas,” ujar Dedi, warga Legenda Malaka.

Hal yang sama disampaikan warga Legenda Malaka lainnya. Mereka mengaku sampah yang tidak diangkut membuat lingkungan semakin kotor.

Baca Juga: Sampah Menumpuk, DPRD Batam Minta Evaluasi Total

“Sampah di lingkungan kami sudah meluber ke jalan. Warga terpaksa menumpuk di depan rumah masing-masing karena truk pengangkut tidak datang. DLH harus segera turun tangan, jangan dibiarkan begini,” kata Iwan, salah satu warga.

Keluhan juga datang dari warga Legenda Bali yang menilai masalah ini bukan sekadar soal lokasi TPS, tetapi ketidakjelasan langkah yang akan diambil pemerintah.

“Kami tidak menolak solusi apa pun, yang penting ada tempat buang sampah sementara. Sekarang ini semua warga pusing, mau buang ke mana? Masa harus simpan sampah berminggu-minggu di rumah,” ungkap Nia, warga setempat.

Di Kampung Air, warga menyebut kondisi lingkungan semakin memprihatinkan. Banyak tumpukan sampah yang mulai membusuk dan dikerubungi lalat.

“Lingkungan kami sudah bau. Anak-anak kasihan karena banyak lalat dan risiko penyakit. DLH jangan hanya cek lokasi, tapi tentukan segera titik TPS pengganti,” ujar Andri, warga Kampung Air.

Baca Juga: Penghitungan UMK 2026 Gunakan Formula Baru, KHL ILO hingga Revisi Alfa Dibahas di Batam

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam memberi kepastian mengenai lokasi TPS yang dapat digunakan sementara. Mereka menilai pemerintah belum memberikan pengumuman atau arah kebijakan yang jelas.

“Sampah penuh, tidak diangkut, TPS ditolak, dan tidak ada pengumuman apa pun dari pemerintah. Kami butuh kepastian. Warga tidak boleh dibiarkan begini,” tutur Farhan.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam belum dapat dikonfirmasi terkait keluhan warga dan langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan penumpukan sampah di kawasan tersebut. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update