Minggu, 25 Januari 2026

Pentas Seni SD Kartini 1 Sekupang Memukau Pengunjung BCS Mall Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Murid SD Kartini 1 Sekupang menampilkan fashion show bertema budaya Nusantara saat pentas seni di BCS Mall, Batam, Sabtu (24/1). F. Muhammad Sya’ban/Batam Pos

batampos — Ratusan pasang mata pengunjung Mall Batam City Square (BCS) tertuju ke panggung utama saat siswa SD Kartini 1 Sekupang menampilkan beragam pertunjukan seni. Melalui pentas seni bertema Menembus Ruang dan Waktu, sekolah ini mendorong kepercayaan diri dan kreativitas siswa sejak usia dini di ruang publik, Sabtu (24/1).

Beragam penampilan ditampilkan, mulai dari tari, vokal, pantomim, hingga fashion show yang mengusung konsep budaya dan fantasi. Pentas seni ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah, guru, serta wali murid sebagai upaya pengembangan bakat nonakademik siswa.

Ketua Komite SD Kartini 1 Sekupang, Dr. Isyana Sasmita, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kepercayaan diri dan keberanian anak-anak sejak dini.

Baca Juga: RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

“Kegiatan ini murni untuk pengembangan bakat. Kami tidak menilai benar atau salah. Anak-anak mau tampil saja itu sudah luar biasa,” ujar Isyana kepada Batam Pos di sela kegiatan.

Menurutnya, salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah fashion show yang dikemas kreatif menyerupai konsep festival, dengan sentuhan budaya Nusantara dan tema fantasi.

“Konsep seperti ini masih jarang di Batam. Karena itu kami dorong sejak TK agar anak-anak terbiasa percaya diri,” katanya.

Pentas seni di ruang publik ini merupakan kali kedua digelar SD Kartini 1 Sekupang. Sebelumnya, kegiatan serupa hanya dilaksanakan di lingkungan sekolah. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan.

“Mudah-mudahan bisa kami jadikan kegiatan rutin tahunan. Kalau ditampilkan di ruang terbuka seperti ini, mental dan keberanian anak-anak jauh lebih terasah,” ujarnya.

Tema fashion show dibuat luas dan beragam, mulai dari busana kerajaan Jawa tempo dulu, pakaian adat Bali klasik, hingga kostum bertema peri. Hal itu sengaja dilakukan agar siswa mengenal keragaman budaya sekaligus bebas bereksplorasi.

Pemilihan BCS Mall sebagai lokasi kegiatan juga dinilai strategis. Menurut Isyana, suasana mall yang ramai menjadi tantangan tersendiri bagi siswa untuk melatih mental tampil di depan publik.

“Di tempat ramai seperti ini, tantangannya lebih besar. Anak-anak belajar mengatasi rasa gugup,” katanya.

Pantauan Batam Pos, ratusan hingga ribuan pengunjung mall tampak berhenti menyaksikan penampilan para siswa. Setiap penampilan berdurasi sekitar lima hingga sepuluh menit dan digelar dalam satu hari penuh.

Baca Juga: Semarak Imlek Mulai Terasa di Batam, Warga Berburu Angpau hingga Kue Khas

Isyana juga mengingatkan para orang tua agar terus mendukung bakat anak, tidak hanya berfokus pada capaian akademik.

“Bakat anak tidak hanya soal nilai pelajaran. Kalau anak suka menari, bernyanyi, atau tampil di depan umum, itu harus didukung,” tegasnya.

Sementara itu, Retty, salah seorang wali murid, mengaku bangga melihat cucunya, Fazana Alula Shabirah, tampil percaya diri dalam fashion show mengenakan busana adat Jawa klasik. Alula yang masih duduk di kelas I SD menjadi peserta termuda di antara enam anggota timnya.

“Sejak TK dia memang sering ikut fashion show. Kami selalu mendukung,” ujar Retty.

Meski menjadi yang paling kecil, Alula tampil anggun dan percaya diri di atas panggung, mengundang decak kagum para penonton. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update