Kamis, 8 Januari 2026

Penumpang PELNI di Batam Naik 12 Persen, Tembus 184 Ribu Orang Sepanjang 2025

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penumpang hendak masuk ke dalam kapal Pelni. F Rengga/Batam Pos
batampos – Minat masyarakat menggunakan kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dari Pelabuhan Batam terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, jumlah penumpang PELNI yang berlayar dari Batam mencapai 184.462 orang, meningkat 12 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 163.266 penumpang.
Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap setia menggunakan transportasi laut PELNI untuk berbagai tujuan antarpulau.
“Terima kasih kami sampaikan kepada masyarakat pelanggan PELNI yang senantiasa menggunakan kapal penumpang PELNI untuk melakukan perjalanan dari Batam ke berbagai tujuan,” ujar Edwin, Selasa (6/1).
Secara nasional, PT PELNI (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Berdasarkan Press Release PT PELNI Nomor: 01.06/03/PR/I/2026, jumlah penumpang yang dilayani di seluruh rute mencapai 5.154.080 orang, atau 101,15 persen dari realisasi tahun 2024 yang sebanyak 5.095.483 penumpang.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut PELNI.
“Capaian ini merupakan hasil dari peningkatan pelayanan, kesiapan armada, serta pengelolaan operasional yang kami lakukan sepanjang tahun 2025,” ujar Andayani.
Dari total penumpang tersebut, kapal penumpang reguler PELNI melayani 4.472.918 orang, atau 109,10 persen dari target anggaran 4,1 juta penumpang. Sementara kapal perintis melayani 681.162 penumpang, setara 104,41 persen dari target 652.417 penumpang.
Andayani menegaskan, angka penumpang yang menembus 5,1 juta orang menunjukkan bahwa transportasi laut PELNI masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas antarpulau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan perjalanannya kepada PELNI sepanjang tahun 2025,” katanya.
Peran PELNI dalam mendukung konektivitas nasional juga terlihat dari sebaran penumpang. Wilayah Indonesia bagian tengah mendominasi dengan 47,2 persen atau 2.109.876 penumpang, disusul wilayah timur sebesar 29,4 persen atau 1.317.237 penumpang.
Capaian tersebut menegaskan kontribusi PELNI dalam menghubungkan wilayah terdepan, terpencil, tertinggal, dan perbatasan (3TP), sekaligus mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar transportasi laut PELNI semakin aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkas Andayani.
Pada 2025, rute Belawan–Batam dan Batam–Belawan tercatat sebagai ruas terpadat secara nasional, menegaskan posisi strategis Batam sebagai simpul penting transportasi laut di wilayah barat Indonesia.

Update