Selasa, 13 Januari 2026

Penumpukan Kendaraan di Telaga Punggur, Penyeberangan Roro Tertunda

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Ratusan kendaraan terlihat memenuhi area Pelabuhan Telaga Punggur pada Senin (12/5), akibat keterbatasan jadwal keberangkatan kapal roro menuju Tanjunguban yang baru akan dilanjutkan keesokan harinya, Selasa (13/5). Penundaan ini disebabkan tidak adanya tambahan perjalanan atau trip kapal.

Situasi ini mengejutkan banyak penumpang yang sudah mengantre, sebagian besar dari mereka telah membeli tiket secara daring. Beberapa di antaranya bahkan membawa keluarga dan anak-anak. Karena tidak ingin kehilangan antrean, sejumlah penumpang memutuskan bermalam di area pelabuhan.

Layanan penyeberangan kapal roro rute Telaga Punggur–Tanjunguban dan sebaliknya banyak dikeluhkan karena saat libur Waisak hanya dua kapal yang beroperasi. Hal ini mengakibatkan antrean panjang dan waktu tunggu yang cukup lama.

Seorang calon penumpang, Koko, mengatakan bahwa dirinya telah membeli tiket untuk penyeberangan pukul 13.00 WIB, namun hingga pukul 17.28 WIB belum juga diberangkatkan. Keluhan serupa disampaikan oleh Yus, penumpang lain yang juga mengalami keterlambatan saat kembali dari Batam ke Tanjunguban. Ia menyebut saat pergi ke Batam pada Sabtu (10/5), tiga kapal masih melayani penyeberangan. Namun pada Senin, jumlah kapal berkurang jadi dua saja.

Yus menambahkan, walau sudah check-in untuk jadwal pukul 16.00 WIB, hingga pukul 18.00 WIB belum ada kepastian kapan kapalnya berangkat. Ia juga menyebut keluhan dari sopir truk lain yang sudah datang sejak pagi hari, namun belum diberangkatkan juga hingga siang.

Menurut Yus, pengurangan jumlah kapal aktif saat periode libur panjang sangat tidak ideal. Seharusnya pihak ASDP menambah jumlah armada, bukan hanya memperbanyak trip dengan kapal yang terbatas. “Kalau hanya tambah jadwal tapi tidak tambah kapal, bisa-bisa kami nyebrang tengah malam,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kondisi di Pelabuhan ASDP Tanjunguban yang penuh sesak hingga nyaris tidak ada tempat parkir tersisa.

Menanggapi hal ini, Kepala ASDP Telaga Punggur, Hermin Welkis, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang sudah terlihat sejak akhir pekan dan terus berlanjut hingga Senin. Untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya menambahkan satu trip dari arah Tanjunguban ke Batam. Dalam kondisi normal, rute ini dilayani 4–5 kali sehari.

Hermin menyebutkan bahwa pada hari itu terdapat tiga kapal yang beroperasi. Penambahan satu perjalanan dianggap cukup membantu mengurai antrean. Namun faktanya, hingga malam hari, antrean kendaraan dan penumpang masih sangat panjang, bahkan banyak yang belum dilayani.

Situasi di pelabuhan semakin memanas karena para penumpang yang terpaksa menginap mulai menyuarakan protes atas pelayanan. Bahkan ada yang sudah dua hari menunggu tanpa kejelasan.

Melalui pengeras suara, Hermin menjelaskan bahwa seharusnya ada empat kapal aktif, namun dua di antaranya—Jembatan Nusantara Mulia dan Niaga—sedang dalam proses docking. Sehingga penyeberangan hanya dilayani oleh KMP Baros dan Tanjungpura. Layanan tambahan menggunakan KMP Sembilang sebetulnya telah dilakukan, tetapi izin keberangkatan adalah wewenang KSOP.

Hermin juga menyampaikan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan pihak Syahbandar, namun belum ada tanggapan langsung. Situasi ini membuat para penumpang merasa kecewa karena tidak ada solusi konkret. Mereka bahkan menyampaikan surat terbuka kepada Presiden terpilih, Prabowo, untuk meminta perbaikan layanan pelabuhan.

Menurut mereka, persoalan wewenang antarinstansi tidak seharusnya menjadi alasan lambatnya pelayanan. Yang dibutuhkan adalah keputusan cepat dari pengambil kebijakan agar masyarakat tidak dirugikan.

Sementara itu, pada Selasa (13/5) yang diprediksi menjadi puncak arus balik dari Tanjunguban ke Batam, ASDP belum dapat memperkirakan jumlah penumpang, namun tetap menyiapkan langkah antisipasi.

Dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Supervisor Sukma Nugraha menyebut bahwa pada Senin sebenarnya tiga kapal telah dijadwalkan beroperasi, yaitu KMP Barau, KMP Burang, dan KMP Sembilang. Satu kapal, KMP Sembilang, bahkan dijadwalkan dua kali trip di siang hari. Namun antrean membludak di sore hari, sementara hanya dua kapal yang beroperasi pada waktu itu.

Banyak warga Batam memanfaatkan libur panjang ini untuk berkunjung ke Tanjungpinang dan sekitarnya. Serly, salah seorang warga Batam, mengaku membawa keluarganya ke Bintan untuk bersilaturahmi sekaligus liburan. “Saya bawa mobil biar lebih nyaman jalan-jalan dengan keluarga,” katanya. (*)

Reporter : Slamet Nofasusanto, Azis Maulana

Update