Sabtu, 24 Januari 2026

Penutupan Jalan ke Pasar Genta Picu Protes Pedagang dan Warga, Camat Batuaji dan Dinas Bina Marga Janji Cari Solusi Terbaik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pedagang buah di Pasar Genta tidur-tiduran di lapaknya karena sepi pembeli. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Konflik antara masyarakat Genta dan pemerintah daerah semakin mengemuka setelah penutupan akses jalan dari simpang Puteri Hijau menuju kawasan Pasar Genta belum mendapatkan tanggapan jelas. Penutupan ini dinilai merugikan pelaku UMKM, pedagang, dan warga sekitar yang menggantungkan ekonomi harian dari aktivitas pasar tersebut.

Tokoh masyarakat, pedagang, dan warga kembali berkumpul di Pasar Genta pada Sabtu (8/11). Mereka duduk bersama Camat Batuaji Addi Harnus dan perwakilan Dinas Bina Marga, Dohar M. Hasibuan. Pertemuan itu menjadi wadah penyampaian keluhan, sekaligus desakan agar akses jalan yang dianggap vital bagi jalur keluar masuk pembeli segera dibuka kembali.

Wiyono, tokoh masyarakat Genta, menyampaikan keprihatinannya. Ia mengatakan penutupan jalan membuat pasar seperti kehilangan denyut nadi. Menurutnya, saat ini hanya beberapa pedagang yang masih bertahan, sementara yang lain memilih menutup lapak karena sepi pembeli. Ia menilai pemerintah terlalu diam dan lambat merespons.

Baca Juga: Tegas, Kadishub Sebut Pemblokiran Akses Jalan di Genta I Batuaji Tidak Dibuka

“Akibatnya pasar jadi sepi. Tinggal tiga orang jualan di dalam pasar. Jangan tunggu ribut dulu. Silahkan pemerintah cari alternatif, yang penting jalan itu dibuka,” tegas Wiyono.

Omo, warga lainnya, menilai keputusan penutupan jalan dilakukan secara sepihak. Ia menjelaskan bahwa jalan tersebut sudah digunakan warga lebih dari dua puluh tahun dan bahkan memiliki lampu pengatur lalu lintas. Keberadaan lampu itu menurutnya bukti bahwa pemerintah sudah lama mengakui fungsi jalan tersebut sebagai jalur umum.

“Kalau ini ditutup, mati semua usaha UMKM kami. Kenapa baru sekarang ditutup, dan tanpa kompromi. Tuntutan kami jelas, kembalikan jalan itu,” ujarnya dengan nada kecewa.

Baca Juga: Dishub Batam Beberkan Alasan Jalan Menuju Genta I Diblokir

Tri Mulyono juga menyampaikan bahwa alasan penutupan terkait rekayasa lalu lintas tidak sebanding dengan dampak ekonomi yang ditimbulkan. Ia meminta pemerintah memikirkan solusi lain yang tidak mengorbankan pedagang dan pelaku usaha kecil. Ia menegaskan bahwa jalan itu memiliki nilai sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar.

Seorang pedagang di Pasar Genta, Sumarni, merasakan langsung dampak penutupan jalan itu. Menurutnya, pasar yang dulunya hidup dan ramai kini terasa lengang. Pendapatan harian menurun tajam. Ia mengaku takut tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidup jika kondisi ini terus berlangsung.

Camat Batuaji Addi Harnus mengatakan pihaknya telah menampung semua keluhan warga. Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan diteruskan ke dinas terkait untuk pembahasan lebih lanjut. Menurutnya, masyarakat ingin solusi nyata dan bukan sekadar janji tanpa kepastian.

“Kita dengar tadi bahwa ini akan dibahas lebih lanjut untuk solusi yang pastinya. Warga tetap ingin agar jalan ke Genta dari simpang Puteri Hijau itu kembali dibuka,” ujar Camat.

Kabid Bina Marga, Dohar M. Hasibuan mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan Dishub dan Satlantas untuk menindaklanjuti tuntutan warga tersebut. Ia menyebut akan dicarikan solusi terbaik agar tidak merugikan masyarakat maupun kepentingan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.

“Kami akan diskusi lagi. Secepatnya akan ada solusi,” kata Dohar.

Masyarakat Genta berharap pertemuan kali ini tidak berakhir tanpa hasil. Mereka menegaskan akan terus memperjuangkan pembukaan akses jalan tersebut karena menyangkut keberlangsungan ekonomi puluhan pelaku UMKM dan pedagang di kawasan Pasar Genta. Mereka menilai pemerintah harus hadir memberi kepastian, bukan hanya mendengarkan tanpa tindakan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update