
batampos — Penyelidikan kasus terbaliknya tugboat ASL Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, masih terus bergulir. Aparat kepolisian memastikan proses pengungkapan penyebab kecelakaan yang menewaskan tiga kru kapal itu belum rampung dan masih dalam tahap pendalaman.
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa lima orang saksi yang berada di lokasi kejadian. Para saksi tersebut dinilai memiliki informasi penting terkait kronologi insiden yang terjadi di perairan kawasan galangan kapal tersebut.
“Masih dalam penyelidikan. Lima saksi dari lokasi kejadian sudah kami periksa,” ujar Bayu.
Selain saksi dari lokasi, polisi juga telah meminta keterangan dari pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) guna melengkapi data terkait aspek perizinan dan aktivitas pelayaran saat kejadian berlangsung.
Tidak berhenti di situ, penyidik juga berencana melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli untuk memperkuat analisis teknis penyebab kecelakaan. Keterangan ahli dinilai krusial untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau faktor lain dalam insiden tersebut.
“Sudah juga dari KSOP kami mintai keterangan, dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli,” tambahnya.
Dalam upaya mengungkap penyebab pasti kejadian, kepolisian turut berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi cuaca di lokasi perairan saat insiden terjadi.
“Kami juga berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca saat kejadian,” jelas Bayu.
Seperti diketahui, insiden tugboat terbalik yang terjadi pada Jumat (6/3) tersebut menewaskan dua kru kapal dan menyisakan tiga korban selamat. Peristiwa ini sekaligus menambah deretan kecelakaan yang terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard Batam dalam beberapa waktu terakhir.(*)



