Minggu, 8 Februari 2026

Penyelundupan Masih Tinggi, Bea Cukai Batam Tingkatkan Sinergi TNI-Polri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Benih baby lobster (BBL) senilai Rp11 miliar hasil tangkapan DJBC Kepri diserahkan ke Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBDL) Batam, Rabu (4/2) lalu. F. Yofi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Bea Cukai Batam memastikan pengawasan dan penindakan kepabeanan akan terus diperketat menyusul masih efektifnya langkah penegakan hukum yang dijalankan selama ini. Penguatan sinergi lintas aparat penegak hukum menjadi fokus utama untuk menutup celah penyelundupan di jalur pelabuhan dan perairan Batam.

Kepala Bidang BKLI Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menegaskan intensitas pengawasan tidak akan dikendurkan. Hasil penindakan yang konsisten dinilai membuktikan strategi pengawasan terpadu masih relevan dan efektif dalam menekan peredaran barang ilegal.

“Masih kita lanjutkan karena masih efektif. Bahkan ke depan akan lebih kita tingkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum maupun petugas terkait lainnya,” ujar Evi.


Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Ditemukan Bersama Pria yang Dikenal Lewat TikTok

Ia menjelaskan, penguatan sinergi tersebut merupakan arahan langsung dari pimpinan pusat agar pengawasan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan. Kolaborasi dilakukan bersama unsur TNI, Polri, serta instansi teknis lain yang memiliki kewenangan di wilayah pelabuhan dan perairan.

Menurut Evi, dinamika modus penyelundupan terus berkembang, mulai dari pemanfaatan kapal kecil, kontainer, hingga jalur penumpang. Karena itu, patroli laut, pemeriksaan fisik barang, serta pengawasan terhadap pergerakan orang dan barang akan terus ditingkatkan.

Selain pengawasan lapangan, Bea Cukai Batam juga memperkuat pengawasan administratif dan dokumen kepabeanan guna mencegah manipulasi dokumen yang kerap digunakan pelaku untuk meloloskan barang larangan dan pembatasan.

Pengetatan pengawasan turut difokuskan pada kawasan pergudangan dan tempat penimbunan sementara yang dinilai rawan menjadi celah pelanggaran bila tidak diawasi secara ketat dan berlapis.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Bea dan Cukai serta Menteri Keuangan yang menaruh perhatian serius pada stabilitas perdagangan dan perlindungan industri dalam negeri dari masuknya barang ilegal.

Evi menegaskan, penindakan tegas tidak semata untuk penegakan hukum, tetapi juga memberikan efek jera agar Batam tidak lagi dimanfaatkan sebagai pintu masuk barang ilegal ke Indonesia.

Baca Juga: Imigrasi Batam Perketat Pengawasan Tenaga Kerja Asing di KEK Nongsa

Bea Cukai Batam juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berperan aktif mendukung pengawasan dengan patuh terhadap ketentuan serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

“Dengan pengawasan yang diperketat dan sinergi antarinstansi yang kuat, kami optimistis ruang gerak pelaku penyelundupan akan semakin sempit,” ujarnya. (*)

Update