Jumat, 16 Januari 2026

Penyumbang Terbesar Kedua Dunia – Sampah Plastik Mengancam Indonesia

spot_img

Berita Terkait

spot_img
F. Ilustrasi Vany Aliffia

batampos – SAMPAH Plastik menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan, baik pencemaran tanah maupun air laut. Permasalahan sampah menjadi salah satu isu global yang mengkhawatirkan seiring dengan perkembangan zaman membuat penggunaan sampah plastik semakin meningkat. Sifat sampah plastik tidak mudah terurai, proses pengolahan menimbulkan toksit dan sifat karsinoget yang membutuhkan waktu sampai ratusan tahun untuk terurai secara alami.

Bagaimana Kondisi Sampah Indonesia?
Di Indonesia, menurut data Stastistik persampahan domestik Indonesia, jenis sampah plastik menduduki peringkat kedua sebesar 5,4 juta per tahun atau 14 persen dari total produksi sampah.

Peningkatan sampah plastik menjadi beban dikarenakan seiring pertumbuhan penduduk, ekonomi, dan gaya hidup yang membeli barang secara online kemudian dikemas dengan menggunakan kantong plastik berlapis. Kantong plastik diklaim sebagai penyumbang terbesar sampah plastik yang ada di Indonesia. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang tidak mudah terurai oleh tanah sehingga membahayakan bumi. Diperlukan ratusan bahkan ribuan tahun untuk mengurai sampah plastik yang ada di bumi.

“Isu ini sebenarnya sudah kami dengar sejak tahun 2016, dan sampai sekarang sepertinya terus melekat. Miris adalah kata yang tepat, berikut dengan sedih karena citra Indonesia di mata dunia menjadi rusak akibat isu tersebut. Namun itulah faktanya, peran kita ke depan adalah untuk segera menghapus citra tersebut dengan aksi-aksi nyata dalam pengurangan sampah plastik, terutama meningkatkan kesadaran masyarakat dan stakeholder yang selama ini masih membuang sampah plastik atau limbah pabriknya ke laut. Tidak sampai pada urusan limbah plastiknya saja, namun akan menjadi efek domino hingga rusaknya ekosistem laut yang ujung-ujungnya akan merugikan manusia juga,” tutur Taufik Hidayat, Duta Lingkungan Hidup Kota Batam 2017.

Bahkan sampah plastik bisa terurai menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil mengendap ke tanah dan kemudian mengalir ke laut. Karena kondisi tersebut secara tidak sadar manusia menggunakan, membuang, dan memakan plastik itu sendiri karena makanan laut yang kita makan di dalamnya juga ada terkandung sampah plastik lho!

F.Pinterest

Limbah plastik di lautan juga membunuh satu juta burung laut dan 100 ribu mamalia laut, kura-kura, dan ikan lainnya (Data United Nations Oceans Convention pada tahun 2017).

“Sampah plastik adalah jenis sampah non-organik, perlu juga diketahui bahwa partikel plastik adalah partikel yang sulit terurai. Sehingga jika tidak dicegah penanggulangannya sejak dini, bisa menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak dan menimbulkan efek lingkungan yang merugikan banyak makhluk hidup,” lanjut Taufik.

F.Pinterest

Dampak sampah plastik dapat mencemari air, tanah, udara. Selain itu, laut adalah penyumbang oksigen terbesar di dunia. Nah, jika laut rusak dan makhluk hidup di dalamnya terkena racun maka akan berimbas kepada manusia. Pengurangan penggunaan kantong plastik adalah solusi yang paling bijak.

Cara mengurangi sampah plasik bisa dengan menggunakan kembali tas belanja atau botol air kemasan yang dibeli, cari produk plastik yang “biodefradable”, menggunakan plastik dengan tanda pada #1 [PETE] atau #2 [HDPE] keduanya memiliki tingkat daur ulang yang sangat rendah, bawa peralatan dari rumah (wadah, tumbler/botol saat keluar rumah, dan kurangi pemakaian kemasan pada kresek atau kantong plastik, kotak styrofoam, dan gelas plastik.

“Menerapkan zona-zona atau kawasan ramah lingkungan di area publik seperti tempat wisata, restoran, hotel, tempat perbelanjaan, gedung pemerintahan maupun gedung perkantoran swasta lainnya. Didukung dengan program pendukung seperti “zero plastic, non-straw, peniadaan minuman kemasan pada kegiatan-kegiatan rapat, perbanyak papan himbauan, pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang melestarikan dan menerapkan kebijakan ramah lingkungan, memberikan sanksi administrasi hingga pencabutan ijin kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran”. Hingga menerapkan kebijakan plastik ramah lingkungan (mudah terurai) bagi stakeholder atau usaha-usaha yang berkaitan dengan produksi hulu-hilir plastik.” jelasnya.

Menjadi seorang duta lingkungan hidup di Batam tentunya menjadi individu yang diharapkan memiliki peran aktif dengan bidang lingkungan hidup dan mampu mengajak dan membangun komunitas atau masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

“Kita berperan, mempunyai misi dan tanggung jawab menjadi role model atas cerminan perilaku individu yang peduli dan kritis terhadap isu lingkungan hidup, serta sebagai influencer untuk mengajak bersama-sama menjaga kelestariaan lingkungan melalui perubahan kebiasaan yang mampu memberikan dampak berkelanjutan seperti; Perilaku membuang sampah sampah pada tempatnya, rajin menanam pohon, menghimbau agar menjaga kelestarian lingkungan, mengingatkan agar berperilaku ramah lingkungan dan pastinya memberikan edukasi kepada semua kalangan khusunya kalangan muda tentang penringnya menjaga keseimbangan ekosistem dan dampak negatif akibat pengeksploitasian berlebihan serta perilaku apatis terhadap lingkungan sejak dini” jelas duta lingkungan hidup, Taufik Hidayat

Tidak hanya itu, Taufik sebagai Duta Lingkungan Hidup Batam 2017 memiliki kegiatan yang sangat positif salah satunya Sosialisasi dan Penyuluhan tentang Perda Kota Batam Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Kota Batam Nomor 4 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di kecamatan Sagulung; Penanaman Mangrove di Desa Kampung Terih Nongsa pada 17 Desember 2017; Kegiatan ATB-BP Batam Festival Hijau 2017 tanggal 5-6 Agustus 2017 berupa Talkshow bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam terkait Permasalahan Lingkungan serta Penanaman Bibit Pohon dan Bersepeda di kawasan Hutan Dam Duriangkang pada hari berikutnya; dan program kegiatan lainnya. Selama melaksanakan program kerja atau kegiatan tersebut tidak ada kendala yang dialami. dan memiliki peristiwa – peristiwa unik ketika melaksanakan kegiatan positif tersebut.

Foto-Foto Kegiatan Duta Lingkungan Batam 2017 Untuk Zetizen – Kegiatan ATB-BP Batam Festival Hijau 2017 tanggal 5-6 Agustus 2017 berupa Talkshow bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam terkait Permasalahan Lingkungan serta Penanaman Bibit Pohon dan Bersepeda di kawasan Hutan Dam Duriangkang
Foto-Foto Kegiatan Duta Lingkungan Batam 2017 Untuk Zetizen – Partisipasi dalam kegiatan Gerakan Penghijauan Kota Batam “Menanam 2017 Bibit Koleksi Kebun Raya batam dan 1000 Pohon Ketapang Kencana dalam rangka Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2017 pada 14 November 2017
Foto-Foto Kegiatan Duta Lingkungan Batam 2017 Untuk Zetizen – Penanaman Mangrove di Desa Kampung Terih Nongsa pada 17 Desember 2017
Foto-Foto Kegiatan Duta Lingkungan Batam 2017 Untuk Zetizen. – Penanaman Mangrove di Kampung Bagan Laut dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2017. Partisipasi pada kegiatan BPJS Ketenagakerjaan Mendongeng dengan membuka stand pameran lingkungan hidup di Kepri Mall Batam pada 28 November 2017 Penanaman Mangrove

“Tidak ada kendala yang berarti sampai sejauh ini, sebagai Binaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, kami selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan kapasitas dan peran kami sebagai Duta Lingkungan Hidup Kota Batam.” imbuhnya.

“Bertemu dengan sesama influencer lingkungan hidup, pemerhati lingkungan hidup, komunitas dan organisasi pecinta lingkungan, bersosialisasi dengan masyarakat, menanam pohon bersama, kotor-kotoran bareng adalah momen-momen yang selalu ditunggu. Ada satu peristiwa seru sebenarnya yaitu saat kegiatan Menanam 2017 Bibit Koleksi Kebun Raya batam dan 1000 Pohon Ketapang Kencana dalam rangka Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2017 pada 14 November 2017 di Kebun Raya Batam, jadi saat itu ternyata cuaca sedang tidak bersahabat alias hujan besar, sehingga membuat tanah menjadi becek alias berlumpur dan licin, kami tetap melaksanakan kegiatan menanam pohon dengan kondisi hujan-hujanan dan sepatu, celana penuh dengan lumpur. Karena tidak membawa atribut pengganti, akhirnya hingga kegiatan selesai pun kami tetap dalam kondisi basah dan badan penuh lumpur. Jadi pulang ke rumah pun dalam kondisi yang masih kotor. Peristiwa tersebut yang membuat kami kedepannya jadi aware untuk membawa atribut pengganti jika ada kegiatan serupa. Peristiwa tersebut tidak pernah kami sesali, namun selalu menjadi cerita seru dan bahagia yang akan selalu kami kenang. Intinya, kalau ada kegiatan-kegiatan yang mengharuskan kami masuk ke lumpur saat menanam mangrove atas sejenisnya, pasti ada aja kejadian lucunya” Tuturnya.

Wah, jadi makin semangat dan termotivasi nih untuk terus menjaga lingkungan di sekitar agar tidak ada lagi memiliki sampah atau plastik lainnya ya! Remember it bro n sist! Sampah dan limbah adalah musuh dari alam yang harus kita musnahkan! Kalau bukan kita yang musnahkan siapa lagi hayo!

Update