
batampos – Pelaksanaan hari pertama Ujian Sumatif Akhir Semester (SAS) secara digital di SMPN 12 Batam berlangsung lancar pada Senin (8/12). Ujian yang digelar serentak di seluruh SMP di Kota Batam itu dibuka langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melalui sistem ujian digital.
Kepala Sekolah SMPN 12 Batam, Nurmi, mengatakan pelaksanaan SAS online dimulai tepat saat bel tanda ujian berbunyi.
“Alhamdulillah hari ini pelaksanaan hari pertama SAS secara online berjalan lancar. Tadi Pak Wali hadir ke sini sekaligus membuka ujian digital serentak sekota Batam,” ujarnya.
Menurutnya, kelancaran ujian tidak lepas dari kesiapan sistem dan server dari Edukobus yang menjadi platform penyelenggara ujian digital. Setiap sekolah tetap menggunakan soal masing-masing dan mengunggahnya ke dalam sistem yang telah disediakan.
Baca Juga: Sikapi Guru Honorer Dirumahkan, Sekolah Pungut Iuran Komite untuk Bayar Gaji
“Server Edukobus sangat baik. Soal masing-masing sekolah di-input ke dalam sistem dan otomatis tampil melalui link ujian. Yang bagusnya lagi, anak-anak peluang untuk menyontek sangat kecil. Ketika selesai menjawab, nilai langsung keluar tanpa perlu dikoreksi manual,” jelasnya.
Sebanyak 1.118 siswa SMPN 12 Batam mengikuti SAS secara online menggunakan laptop atau ponsel masing-masing. Sekolah juga menyiapkan ruang khusus bagi peserta didik yang tidak memiliki perangkat memadai.
“Untuk siswa yang HP-nya tidak mendukung membuka link ujian, kami sediakan ruangan khusus dengan fasilitas sekolah. Yang masuk ke ruangan itu sekitar 30 anak,” ungkap Nurmi.
Ujian SAS berlangsung untuk 10 mata pelajaran dengan jadwal yang sudah ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Batam. Pada hari pertama, peserta mengerjakan mata pelajaran Agama dan BKN. Siswa yang berhalangan karena sakit akan diberikan jadwal ujian susulan pada pekan berikutnya.
Nurmi menegaskan tidak ada kendala jaringan di SMPN 12 selama ujian berlangsung. Kendala yang dialami beberapa siswa hanya berupa keterlambatan membuka halaman ujian, namun tidak memengaruhi waktu pengerjaan.
“Waktu ujian agama lebih dari satu jam, jadi meski ada yang sempat sedikit terlambat masuk, semuanya masih dapat menyelesaikan 30 soal dengan baik,” katanya.
Baca Juga: Enam Kali Penindakan dalam Tiga Pekan, Lebih dari 1 Juta Batang Rokok Ilegal Disita
Melalui ujian digital, sekolah berharap siswa semakin bijak memanfaatkan teknologi yang mereka miliki. Nurmi menilai pelaksanaan ujian berbasis online memberikan dampak positif terhadap kebiasaan anak.
“Selama ini anak menganggap HP hanya untuk main game atau menonton. Sekarang mereka melihat HP bisa digunakan untuk hal positif, yaitu ujian. Ini mengedukasi anak-anak bahwa teknologi bisa sangat bermanfaat,” katadia.
Pihak sekolah berharap pelaksanaan ujian digital dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Kalau ini bisa dijalankan seterusnya, tentu sangat baik. Kami siap memadukan pendidikan digital ke dalam kegiatan belajar di sekolah,” tutup Nurmi. (*)
Reporter: Azis Maulana



