Selasa, 3 Februari 2026

Perekonomian Masyarakat Batam Membaik, Potensi Zakat Diprediksi Naik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat menyerahkan zakat mal kepada salah seorang petugas Baznas Kota Batam. Foto: Messa Haris/Batam Pos

batampos – Membaiknya kondisi perekonomian di tengah wabah Covid-19 yang masih terjadi, turut memberikan dampak pengumpulan zakat jelang datangnya hari raya Idulfitri.

Kepala Kantor Kementerian Agama (KakanKemenag) Batam, Zulkarnain Umar mengatakan potensi zakat mal, zakat fitrah, sedekah, dan infak diprediksi mengalami kenaikan tahun ini.

Hal ini tidak terlepas dari membaiknya perekonomian masyarakat Batam. Sehingga keinginan untuk mengeluarkan kewajiban kepada orang yang kurang mampu, dan orang yang berhak menerima lebih tinggi.

“Kalau prediksi kenaikan sudah pasti ada. Tahun lalu kenaikan sampai 10 persen dari tahun 2019 lalu. Menurut saya kenaikan berkisar 10-20 persen juga lah dari tahun sebelumnya,” kata dia, Kamis (28/4).

Tahun lalu pengumpulan zakat mencapai Rp 23 milyar. Diharapkan tahun ini capaian lebih baik tentunya. Berdasarkan laporan sementara pengumpulan zakat sudah cukup baik. Hampir seluruh titik pembayaran zakat yang dibuka selalu didatangi warga. Lembaga pengumpul zakat juga menempatkan petugas zakat mereka di pusat perbelanjaan.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah warga dalam menunaikan kewajiban zakatnya. Selain itu di masjid dan Musala juga sudah dibuka tempat pembayaran zakat.

Ia menambahkan pembayaran zakat masih akan dibuka hingga malam takbiran. Meskipun demikian, Zul meminta masyarakat untuk menyegerakan pembayaran zakat mereka.

“Jangan menunggu saat akhir-akhir baru bayar. Dikhawatirkan nanti ramai. Jadi kalau masih ada waktu sekarang ini, silakan bayarkan zakat fitrahnya,” ucapnya.

Zulkarnain menambahkan pembayaran zakat tahun ini didominasi berupa uang tunai. Sebelumnya, zakat yang diterima lebih banyak berupa beras. Hal ini menunjukkan kemampuan ekonomi masyarakat terus membaik.

“Waktu pandemi itu kan banyak bantuan yang diberikan pemerintah berupa beras. Sehingga di masa sulit kemarin mereka masih berniat berzakat. Kalau sekarang beras masih ada, tapi sepertinya lebih mayoritas uang,” jelasnya.

Penyaluran zakat ini akan diberikan kepada yang berhak menerimanya. Ia berharap semakin banyak capaian zakat, maka jumlah penerima manfaat juga semakin banyak. Sehingga saat lebaran semua umat muslim bisa berbahagia, dan tidak ada yang kekurangan.

“Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu maka semakin baik bagi umat,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Update