Senin, 19 Januari 2026

Perilaku Lawan Arus Kian Membahayakan, Dua Kecelakaan Terjadi dalam Dua Hari di Batuaji

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengendara motor melawan arus di Jalan Brigjen Katamso, Sagulung. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Perilaku berkendara melawan arus di sejumlah jalan utama di Batuaji dan Sagulung kian mengkhawatirkan. Dalam dua hari terakhir, dua kecelakaan serius terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, yang disebut-sebut akibat ulah pengendara yang nekat melanggar aturan lalu lintas demi menghindari jalan memutar.

Kecelakaan pertama terjadi pada Minggu (15/6), di depan Mako Satpol PP. Dua pemotor terkapar bersimbah darah setelah bertabrakan hebat di tengah jalur u-turn. Saksi mata menyebut, salah satu pengendara datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Aksi lawan arus itu membuat pengendara lain tak sempat menghindar.

Sehari kemudian, Senin (16/6), kecelakaan serupa kembali terjadi tak jauh dari lokasi sebelumnya. Seorang pria lansia pengemudi sepeda motor becak yang mengangkut air galon mengalami luka serius setelah kendaraannya bertabrakan dengan motor lain. Korban dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sekarat.

Baca Juga: Pemotor Sering Lawan Arus, Polsek Batuaji Siaga di Lokasi Rawan Kecelakaan

“Wajahnya berdarah, kelihatannya kena setang spion. Dia panik karena ada motor datang dari arah yang tidak semestinya,” kata Erni, warga yang menyaksikan kecelakaan itu. Menurutnya, kejadian itu menjadi puncak keresahan warga yang sudah lama mengeluhkan kebiasaan lawan arus di kawasan tersebut.

Polsek Batuaji melalui tim patroli membenarkan kejadian itu. “Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Untuk penanganan lebih lanjut silakan ke Unit Laka Lantas Polresta Barelang. Kami hanya mengamankan awal di lokasi,” ujar seorang anggota polisi di tempat kejadian.

Fenomena lawan arus memang bukan hal baru di ruas jalan Batuaji, Sagulung, dan sekitarnya. Di jam-jam sibuk pagi dan sore hari, puluhan pengendara kerap melintas melawan arah demi mempersingkat waktu tempuh. Padahal, tindakan ini tak hanya melanggar aturan, tetapi juga sangat membahayakan pengguna jalan lain.

Baca Juga: Berkendara Lawan Arus Masih Jadi Kebiasaan Pemotor di Batuaji dan Sagulung

Warga lain mengaku resah karena perilaku ini sudah dianggap hal biasa. “Banyak yang seenaknya, apalagi yang bawa motor matik. Kadang bawa anak pula. Padahal itu jelas-jelas membahayakan,” ujar Roni, pengendara yang kerap melintas di jalan tersebut. Ia berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

Dinas Perhubungan dan kepolisian diminta tak hanya sekadar memberi imbauan, melainkan juga aktif melakukan penindakan. Pemasangan pembatas jalan dan kamera pengawas juga dinilai perlu agar pengawasan bisa lebih maksimal.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir jumlah korban kecelakaan akibat perilaku lawan arus akan terus bertambah. “Kita ingin anak-anak dan keluarga kita aman di jalan. Jangan sampai harus ada korban jiwa dulu baru ditindak,” tutup Erni.

Dengan populasi kendaraan yang terus bertambah dan padatnya lalu lintas, warga menilai penting adanya disiplin berkendara dan kesadaran kolektif. Tanpa itu, jalur-jalur utama di Batam bisa berubah menjadi medan maut akibat kelalaian dan pelanggaran yang dianggap sepele.

Pihak kepolisian Batuaji dan Sagulung sendiri sudah cukup intens dengan pengawasan dan pengaturan strong pin di titik kerawanan sepanjang jalan tersebut dan berharap agar masyarakat sendiri sadar akan tertib berlalulintas untuk keselamatan diri dan juga pengandara lainnya.

“Kita akan terus pantau dan minta agar selalu taat aturan dalam berlalu lintas untuk keselamatan sendiri dan juga orang lain,” ujar Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update