Jumat, 30 Januari 2026

Peringatan Dini BMKG, Waspada Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga Akhir Maret

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Anak-anak bermain di depan rumah yang tergenang banjir rob di RW 023, Tanjunguncang, Batuaji. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga 29 Maret 2025.

Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, menjelaskan bahwa banjir rob diperkirakan terjadi di beberapa daerah pesisir, termasuk Kota Batam, Kabupaten Karimun, Lingga, dan Bintan.

“Masyarakat yang tinggal di pesisir Kota Batam, Karimun, Lingga, dan Bintan diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir pesisir yang diperkirakan terjadi hingga 29 Maret 2025,” ujar Fitri, Selasa (18/3).

BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh adanya fase Perigee dan Bulan Baru yang meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

“Akibat adanya fenomena Bulan Purnama, fase Perigee, dan Bulan Baru, ketinggian pasang air laut maksimum berpotensi meningkat dan dapat menyebabkan banjir rob,” jelas Fitri.

BMKG merinci sejumlah wilayah yang diprediksi terdampak oleh banjir rob, di Kota Batam, pesisir Kecamatan Batuaji, Batuampar, Sekupang, Nongsa, dan sekitarnya.

Kabupaten Lingga, pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang, dan sekitarnya.
Kabupaten Karimun, pesisir Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral, dan sekitarnya.

Kabupaten Bintan, pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, dan sekitarnya.

BMKG mengingatkan bahwa banjir rob ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

“Fenomena ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” tambahnya.

Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Update