Jumat, 23 Januari 2026

Perizinan Kian Mudah, REI Batam Optimistis Sektor Properti Melesat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua DPD REI Khusus Batam, Robinson Tan.

batampos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Khusus Real Estat Indonesia (REI) Batam berkomitmen menyinergikan program kerja organisasi dengan arah kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 dan PP Nomor 28 yang dinilai membawa angin segar bagi sektor properti.

Ketua DPD Khusus REI Batam, Robinson Tan menjelaskan kedua regulasi tersebut berperan penting dalam memberikan kemudahan perizinan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin pendukung lainnya yang kini dapat diproses langsung di daerah.

“Kedua peraturan ini sangat strategis karena mempercepat proses perizinan dan memberikan kepastian bagi pengembang. Dengan begitu, pertumbuhan sektor properti di Batam bisa semakin terdorong,” ujar Robinson, Kamis (13/11).

Robinson mengungkapkan, REI Batam tengah menyusun program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah agar pembangunan sektor properti berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, performa sektor properti Batam tahun ini menunjukkan tren positif dan diharapkan terus meningkat pada tahun depan, seiring dengan ekspansi industri, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap hunian modern.

“Pengembang kini mulai berinovasi menghadirkan produk yang lebih modern dan ramah lingkungan. Pasar juga mulai bergeser, terutama dari kalangan milenial yang kini mendominasi,” katanya.

Segmen milenial disebut memiliki potensi pasar yang besar, yakni sekitar 50 hingga 60 persen dari total permintaan properti di Batam.

Karena itu, REI Batam berfokus mendorong para anggotanya merancang hunian yang sesuai dengan gaya hidup, kemampuan finansial, dan kebutuhan generasi muda.

Meski optimistis, Robinson mengakui tantangan di sektor properti masih cukup besar, terutama terkait backlog perumahan atau kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah.

Untuk mengatasi hal itu, REI Batam mendukung penuh program pemerintah membangun 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan menggandeng berbagai pihak guna memperluas akses terhadap hunian layak dan terjangkau.

“Kami mendukung penuh program pemerintah. Melalui proyek-proyek baru, kami ingin membantu memperkecil backlog perumahan di Batam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Robinson menegaskan bahwa REI Batam berkomitmen membangun ekosistem properti yang berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Dengan sinergi antara pemerintah, pengembang, dan perbankan, kami optimistis Batam akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi hijau di masa depan,” tutup Robinson. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Update