
batampos – Perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi mendorong kinerja industri di Kota Batam. Sejumlah sektor unggulan seperti elektronik, semikonduktor, komponen pesawat terbang, dan tekstil diperkirakan mendapat manfaat langsung dari kebijakan tersebut.
Sebanyak 1.819 pos tarif produk strategis Indonesia berpeluang memperoleh tarif ekspor 0 persen ke pasar AS. Produk tersebut meliputi minyak sawit, rempah-rempah, kopi, kakao, karet, komponen elektronik dan semikonduktor, komponen pesawat terbang, serta tekstil dan apparel melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan kesepakatan tersebut bukan sekadar penurunan tarif, melainkan momentum strategis untuk mempercepat transformasi industri Batam menuju manufaktur berteknologi tinggi.
“Perjanjian dagang resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat bukan hanya kesepakatan tarif, tetapi momentum strategis untuk mempercepat transformasi Batam sebagai simpul manufaktur berteknologi tinggi di kawasan,” ujarnya, Minggu (22/2).
Menurut Fary, sektor unggulan Batam kini memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar AS. Kondisi ini membuka peluang peningkatan volume ekspor dan kapasitas produksi perusahaan yang telah beroperasi di kawasan industri…….
Baca berita selengkapnya di harian.batampos.co.id



