Sabtu, 17 Januari 2026

Permintaan Hewan Kurban di Batam Meningkat, Pasokan dan Harga Stabil

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Hewan kurban. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Penjualan hewan kurban di Batam tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan permintaan dirasakan langsung oleh para pedagang dan peternak lokal. Di sisi lain, masyarakat menyambut baik karena harga hewan kurban masih tergolong stabil dan terjangkau.

Musofa, salah satu pedagang hewan kurban di kawasan Temiang, Sekupang, menyebut penjualannya tahun ini jauh lebih baik.

“Alhamdulillah, lebih banyak dibanding tahun kemarin. Di kandang saya, sapi hampir 200 ekor dan kambing sekitar 380 ekor sudah terjual. Harganya pun masih sama seperti tahun lalu,” ujarnya, Jumat (6/6).

Ia menjelaskan, tren pembelian mulai ramai sejak sepekan terakhir. Hewan-hewan kurban tersebut sebagian besar dipasok dari luar daerah seperti Kupang, Bali, dan Lampung.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Ardi. Ia mengatakan, penjualan hewan kurban tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Tahun ini saya jual 80 ekor sapi dan 300 kambing. Tahun lalu hanya sekitar 40–45 sapi. Ini belum termasuk dua hari menjelang hari H, biasanya permintaan makin banyak,” tuturnya.

Ia menambahkan, harga sapi cukup bervariasi tergantung jenis dan bobot.

“Sapi Bali berbobot 220 kilogram dijual Rp21 juta hingga Rp35 juta. Sapi PO (Peranakan Ongole) dengan bobot 300–400 kilogram dihargai sekitar Rp30–35 juta. Sementara sapi Limosin dengan berat di atas 660 kilogram bisa mencapai Rp65 juta,” jelasnya.

Stabilnya harga disambut antusias oleh masyarakat. Yusran, warga Tiban, mengaku bersyukur bisa kembali berkurban bersama keluarganya.

“Harga kambing masih terjangkau, apalagi kami patungan satu keluarga. Kami beli kambing Rp3 juta. Kondisinya sehat dan sudah diperiksa juga,” katanya.

Hal serupa disampaikan Fitri, warga Bengkong. Ia bersama rekan-rekan sekantornya membeli seekor sapi kurban.

“Kami beli sapi seharga Rp33 juta untuk tujuh orang. Tahun ini terasa lebih mudah untuk berkurban karena pilihannya banyak dan harga tidak melonjak,” ucapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, mengatakan kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 10.000 ekor, terdiri dari sekitar 4.000 sapi dan 6.000 kambing.

“Semua hewan yang masuk Batam sudah diperiksa di daerah asal dan dikarantina setibanya di Batam. Kami juga melakukan pengawasan tambahan menjelang penyembelihan,” jelasnya.

Ia menegaskan, DKPP memastikan seluruh hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan sesuai syariat. Tim pengawas juga diturunkan ke sejumlah titik penjualan dan lokasi penyembelihan selama Hari Raya.

Penyembelihan hewan kurban akan berlangsung hingga tiga hari setelah Idul Adha. Masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan dan mengikuti prosedur pemerintah demi kelancaran pelaksanaan ibadah kurban. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update