
batampos – Harga telur ayam buras di pasaran Batam mengalami kenaikan sejak dua hari terakhir. Penyebab kenaikan, diduga karena tingginya permintaan jelang hari raya Idul Fitri.
Pantauan Batam Pos di sejumlah swalayan terpantau kenaikan harga telur sekitar 10-15 persen. Dari yang awalnya Rp 45 ribu per papan, naik menjadi Rp 50 ribu per papan.
“Iya harga telur naik, biasanya Rp 15 ribu per 10 butir, sekarang Rp 16.500,” ujar salah satu karyawan swalayan kawasan Batamcenter.
Kenaikan harga telur juga terpantau di pasar tradisional Botania Batamcenter, harga per papan telur ayam buras terpantau Rp 48-51 ribu. Tergantung dari ukuran telur.
“Kalau ukuran kecil Rp 48 ribu, besar Rp 51 ribu,” ujar Agus pedagang kelontong.
Diakuinya, banyak pembeli yang protes ketika tahu harga telur naik. Namun ia hanya bisa menjelaskan jika kenaikan sudah dari distributor
“Emak-emak pada protes kenapa harga telur naik. Tapi kami kan cuma menjual sesuai harga yang diberikan distributor,” jelasnya.
Sementara, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto membenarkan adanya kenaikan harga telur sejak dua hari terakhir. Harga telur naik, saat pasokan telur baru masuk Batam.
“Memang ada kenaikan dari daerah asal, jadi naik pas pasokan telur baru masuk,” jelasnya.
Menurut dia, kenaikan harga telur terjadi karena curah hujan tinggi. Ditambah dengan permintaan jelang lebaran. Dimana permintaan naik hingga 35 persen dibanding hari biasa.
“Karena faktor cuaca juga, permintaan juga. Sejak dua pekan terakhir, permintaan naik 35 persen,” ujarnya.
Disisi lain, Aryanto menjelaskan jika harga telur akan dipastikan turun usai lebaran. Dimana saat itu, permintaan akan telur juga akan turun.
“Minggu depan harga telur sudah turun. Ini bukan disengaja, tapi karena memang sudah harga dari peternak,” tegasnya. (*)
Reporter : Yashinta



