Jumat, 16 Januari 2026

Permohonan SKCK Meningkat Jelang Job Fair, Pencaker Baru Dominasi Pemohon

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga saat mengurus SKCK di Polsek Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Digelarnya ajang Job Fair Tunas Industrial Estate 2025 sepanjang Mei ini, permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di sejumlah kantor kepolisian meningkat tajam. Di Polsek Batuaji, jumlah permohonan SKCK melonjak hingga 70 berkas per hari, didominasi oleh para pencari kerja (pencaker) baru yang baru saja lulus sekolah.

Salah satu pemohon, Sisilia, mengaku sengaja datang ke Polsek Batuaji untuk mengurus SKCK sebagai syarat administrasi melamar kerja di lokasi job fair. “Kami ingin segera melamar kerja di sana. SKCK ini wajib disertakan dalam berkas lamaran,” ujar Sisilia saat ditemui di ruang pelayanan.

Citra, petugas pelayanan SKCK di Polsek Batuaji, membenarkan adanya lonjakan permohonan dalam sepekan terakhir. “Biasanya kami hanya menerima 30 hingga 40 permohonan per hari. Tapi sekarang bisa sampai 70 permohonan setiap harinya. Rata-rata dari lulusan baru,” jelasnya.

Baca Juga: Pelamar Membeludak, Wawancara Job Fair Tunas Industrial Digelar Secara Online

Kondisi serupa juga terlihat di Kantor Kecamatan Sagulung. Permohonan kartu kuning sebagai syarat administrasi kerja juga melonjak. Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, mengatakan bahwa pihaknya kini melayani sekitar 60 permohonan setiap hari. “Iya, ada peningkatan. Kami tetap layani selama berkas lengkap dan domisili sesuai kecamatan,” ujarnya.

Tingginya minat pencaker lokal tak lepas dari peluang besar yang ditawarkan dalam ajang Job Fair Tunas Industrial Estate 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tunas Industrial Estate, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, dan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 21 perusahaan dari berbagai sektor membuka total 1.346 lowongan kerja untuk masyarakat Batam.

Meski demikian, para pencaker muda berharap perusahaan tidak terlalu menekankan pengalaman kerja sebagai syarat utama. “Kami butuh kesempatan, bukan dituntut pengalaman. Bagaimana bisa punya pengalaman kalau tidak pernah diberi kesempatan kerja,” ujar salah satu pencaker.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyampaikan bahwa bursa kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran. “Penyerapan tenaga kerja difokuskan untuk warga lokal. Kesempatan terbuka lebar bagi masyarakat Batam,” tegasnya.

Dengan meningkatnya permohonan dokumen seperti SKCK dan kartu kuning, instansi pelayanan publik pun diimbau untuk tetap memberikan layanan maksimal. Momentum job fair ini dinilai sebagai peluang besar bagi para lulusan baru dan pencaker lokal untuk segera mendapatkan pekerjaan yang layak. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update