
F. Disbudpar untuk Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota Batam (Pemko Batam) bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Batam melakukan kunjungan ke kawasan Camp Vietnam di Pulau Galang pada Sabtu (10/5). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyiapkan kawasan tersebut sebagai kawasan cagar budaya dan destinasi wisata budaya unggulan di Batam.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk menilai sejauh mana kesiapan Camp Vietnam untuk ditetapkan sebagai situs bersejarah dan destinasi wisata yang dapat menambah nilai atraksi pariwisata kota ini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya pelestarian kawasan bersejarah ini sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata.
“Camp Vietnam memiliki nilai historis yang signifikan dan layak untuk dilestarikan. Harapannya, kawasan ini tak hanya menjadi cagar budaya, tetapi juga destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” tutur Ardiwinata.
Sebagai informasi, Camp Vietnam dulunya digunakan sebagai tempat penampungan bagi para pengungsi dari Vietnam pada era 1970 hingga 1990-an. Lokasi ini menyimpan banyak peninggalan bersejarah, seperti barak, rumah sakit, rumah ibadah, serta kompleks pemakaman, yang memberikan nilai edukatif tinggi mengenai sejarah pengungsi internasional.
Untuk mendukung proses penetapan kawasan, BP Batam bersama Pemko Batam akan memulai sejumlah pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan akses jalan, penyediaan fasilitas penunjang wisata, dan promosi yang lebih intensif. Tim Ahli Cagar Budaya juga akan memastikan proses pengembangan tetap memperhatikan aspek sejarah dan lingkungan.
Lebih lanjut, Ardiwinata menyatakan bahwa kehadiran Camp Vietnam sebagai cagar budaya akan mencerminkan komitmen Kota Batam dalam merawat sejarah dan warisan budayanya.
“Kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk komunitas sejarah dan pelaku pariwisata, akan terus dilakukan agar pengembangan kawasan ini berjalan sesuai prinsip pelestarian dan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)



