
batampos – Sejumlah SPBU di Kota Batam mengalami kelangkaan BBM non-subsidi jenis Pertamax sejak dua hari terakhir. Kondisi ini membuat para pengendara mobil kesulitan mendapatkan bahan bakar, terutama mereka yang tidak memiliki barcode untuk membeli Pertalite.
Pantauan di lapangan pada Minggu (9/11) menunjukkan, sedikitnya enam SPBU di Batam kehabisan stok Pertamax.
Di SPBU Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, stok Pertamax telah kosong sejak dua hari lalu. Seorang petugas SPBU mengatakan belum mengetahui kapan pasokan BBM tersebut akan kembali datang.
“Kurang tahu kapan masuknya lagi,” ujar salah seorang karyawan SPBU.
Karena hanya ada satu SPBU di wilayah itu, warga terpaksa menempuh perjalanan jauh ke Batam Center atau Batu Aji untuk mencari Pertamax.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Bundaran Ocarina, tepat di depan Hotel Sahid Batam Center, di mana Pertamax juga sudah tidak tersedia dua hari terakhir.
Kelangkaan ini membuat banyak pengendara mobil mondar-mandir mencari BBM. Salah satu di antaranya, Baharudin Rajab, mengaku kesulitan karena tidak bisa membeli Pertalite akibat tidak memiliki barcode.
“Susah sekali, harus mondar-mandir,” keluhnya.
Di SPBU Pandan Wangi, Jalan Ahmad Yani samping Kepri Mall, hanya Pertamax 92 yang tersedia, sementara Pertamax Turbo sudah habis. Kondisi yang sama terjadi di SPBU Pertamina Marcelia, Jalan Laksamana Bintan, di mana stok Pertamax kosong sejak Sabtu (8/11).
“Kami sudah dua hari mondar-mandir cari Pertamax, bang,” kata Burhan, salah seorang pengendara mobil.
Selain itu, SPBU Simpang KDA di Jalan Raja Isa, Belian, dan SPBU Botania di samping RS Awal Bros juga dilaporkan kehabisan stok Pertamax. Saat ini hanya Pertalite yang tersedia, namun pengendara mobil tanpa barcode tidak dapat membelinya.
Akibat kelangkaan ini, banyak pengendara terpaksa mencari SPBU lain yang masih memiliki stok, meskipun harus menempuh jarak jauh dan mengantre lebih lama.
Hingga kini, pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kelangkaan BBM jenis Pertamax di wilayah Batam. (*)
Reporter: M. Sya’ban



