
batampos – Permintaan BBM jenis Pertalite meningkat drastis semenjak harga Pertamax naik jadi Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per liter. Di Batuaji dan Sagulung nyaris tak ada lagi kendaraan yang masuk ke pompa pengisian Pertamax di SPBU. Kendaraan yang semula menggunakan Pertamax kini beralih ke Pertalite.
Meskipun demikian kuota Pertalite masih sama dengan sebelumnya yakni sekitar delapan ton sekali pengantaran. Sementara waktu memang terpantau aman. Dalam arti belum terjadi kelangkaan, namun gejala menuju ke kelangkaan mulai terlihat dari panjangnya antrean kendaraan di pompa pengisian Pertalite.
Pantauan di lapangan umumnya, semua SPBU di Batuaji dan Sagulung panjang dengan antrean kendaraan pada pompa pengisian Pertalite. Beberapa diantara kendaraan yang antre juga mulai bermain. Pertalite diisi sebanyak mungkin untuk disimpan atau dijual secara eceran di pinggir jalan.
Pengendara yang memang membutuhkan pasokan Pertalite untuk kepentingan sehari-hari berharap agar ini ditanggapi serius oleh pihak yang berkaitan agar tidak terjadi kelangkaan kedepannya.
“Jangan sampai seperti Premium sebelumnya. Mula-mulanya begini. Antrean panjang dulu, lama-lama langka dan menghilang entah kemana. Semoga cepat ditanggapi pihak yang berwenang,” ujar Ahar, seorang pengendara, Senin (4/3). (*)
Reporter : Eusebius Sara



