
batampos – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Turbo di Batam belum sepenuhnya normal. Sejumlah SPBU masih mengalami keterbatasan stok akibat penyesuaian rantai pasok nasional. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengakui adanya gangguan sementara dan memastikan pasokan segera dipulihkan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penyesuaian ini terjadi karena adanya dinamika konsumsi BBM di Jakarta yang berdampak pada alur distribusi nasional. Kondisi itu membuat alokasi pasokan ke beberapa daerah, termasuk Batam, diatur ulang sementara.
“Distribusi di sejumlah SPBU di Batam diatur bertahap sejalan dengan penyesuaian jadwal pasokan di terminal. Kondisi ini berangsur membaik dan pemulihan dilakukan secara terukur,” ujar Fahrougi dalam keterangan resminya, Senin (10/11).
Baca Juga: Buruh Batam Gelar Aksi Damai Mulai Hari Ini, Desak Cabut PHK hingga Kenaikan UMK 2026
Pertamina memastikan dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan yang masuk ke Integrated Terminal (IT) Kabil. Setelah itu, penyaluran ke SPBU dilakukan bertahap dengan prioritas pada titik-titik yang sempat mengalami keterbatasan stok.
“Pemulihan kami lakukan secara terukur agar ketersediaan BBM di seluruh SPBU bisa kembali stabil,” katanya.
Menurut dia, alternatif lainya seperti Pertalite masih tersedia di seluruh SPBU. Pertamina juga membuka Posko Solusi Subsidi Tepat setiap hari kerja untuk membantu masyarakat yang menghadapi kendala saat mendaftar atau menggunakan QR Subsidi Tepat.
“Sebagai alternatif produk gasoline, Pertalite tetap tersedia di seluruh SPBU,” katanya.
Baca Juga: Pertamax Kosong di SPBU, Pengendara Terpaksa Beli Eceran
Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan mengimbau agar tidak terjadi pembelian berlebihan.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pasokan segera pulih dan stabil. Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” tegas Fahrougi. (*)
Reporter: Yashinta



