
batampos– PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Kepri angkat bicara terkait keluhan seorang konsumen yang merasa pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Batam melebihi kapasitas tangki kendaraannya. Klarifikasi ini disampaikan usai viralnya konsumen yang mengaku mengisi 41 liter Pertalite, padahal kapasitas tangki mobil Toyota Sigra miliknya hanya 36 liter.
Kepala Pertamina Wilayah Kepri, Bagus Handoko, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di SPBU 14.294.729 tempat kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kesalahan pada alat ukur maupun praktik kecurangan.
“Pengecekan tera nozzle sudah dilakukan dan hasilnya dinyatakan baik serta sesuai standar. Tidak ada indikasi alat ukur melebihi batas toleransi,” ujar Bagus kepada Batam Pos, Sabtu (25/10).
Bagus menjelaskan, pihak SPBU juga sudah diminta melakukan tera nozzle secara harian sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) Pertamina. Langkah ini untuk memastikan akurasi takaran tetap terjaga dan mencegah kesalahan teknis dalam pengisian BBM.
Menurut analisis awal Pertamina, perbedaan volume yang dirasakan konsumen bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kapasitas aktual tangki kendaraan yang tidak selalu sama dengan data pabrikan, atau kemungkinan adanya kebocoran pada sistem tangki kendaraan.
BACA JUGA:Â Operator SPBU Divonis 8 Bulan, Terbukti Selewengkan BBM Subsidi
“Setiap kendaraan bisa memiliki sedikit perbedaan kapasitas tangki dari angka nominal yang tercantum di spesifikasi teknis. Karena itu, perlu verifikasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya,” jelas Bagus.
Pertamina menegaskan akan tetap melakukan investigasi lanjutan bersama tim teknis untuk memastikan kebenaran laporan tersebut. Selain itu, SPBU yang bersangkutan akan terus dipantau guna menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kami terbuka terhadap setiap keluhan konsumen. Bila ada laporan terkait akurasi pengisian, kami akan tindak lanjuti dengan cepat dan profesional,” tegas Bagus.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan adanya kecurangan sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan. “Kami pastikan seluruh SPBU di Batam diawasi ketat dan wajib memenuhi standar metrologi,” katanya.
Dengan adanya hasil pemeriksaan awal ini, Pertamina berharap masyarakat tetap tenang dan percaya bahwa proses distribusi serta pengisian BBM di SPBU berjalan sesuai prosedur. “Kami akan terus memastikan keandalan alat ukur dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Bagus. (*)
Reporter: Yashinta



