Minggu, 8 Maret 2026

Pertumbuhan Ekonomi Batam Menguat, Triwulan IV 2025 Tembus 7,49 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Perekonomian Batam menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen (year-on-year), melonjak tajam dibandingkan 3,27 persen pada Triwulan IV 2024.

Akselerasi kuat pada akhir tahun tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2025 sebesar 6,76 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp253,64 triliun.

Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren meningkat secara konsisten, dari 5,17 persen pada Triwulan I, 6,66 persen pada Triwulan II, 6,89 persen pada Triwulan III, hingga mencapai puncaknya 7,49 persen pada Triwulan IV.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, bahwa kinerja tersebut mencerminkan kuatnya peran industri dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan Batam.

“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” katanya.

Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pada Triwulan IV menjadi indikator bahwa investasi yang masuk mulai terkonversi menjadi output produksi.

“Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan, pertumbuhan investasi yang mendekati dua digit menandakan Batam mulai memasuki fase ekspansi kapasitas produksi.

“Manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Batam dengan kontribusi 57,01 persen terhadap PDRB. Pertumbuhan sektor listrik dan gas sebesar 11,90 persen serta real estate 14,70 persen mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi,” katanya.

Dalam upaya memperkuat ekosistem investasi, BP Batam juga terus memperluas kerja sama dengan mitra internasional. Hal ini tercermin dari pertemuan jajaran BP Batam dengan Konsulat Jenderal Singapura di Batam beberapa waktu lalu sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin erat antara kedua pihak.

Fary menyampaikan apresiasi kepada Konsul Jenderal Singapura di Batam, Gavin Ang. Ia menyebut, bahwa sepanjang tahun 2025, Singapura masih menjadi negara dengan realisasi investasi terbesar di Batam.

“Kami menganggap dan merasakan bahwa hubungan kemitraan dengan Konjen Singapura merupakan suatu kekuatan bagi BP Batam. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan,” ujar dia.

Ia juga menegaskan komitmen BP Batam untuk terus memperkuat fondasi tata kelola investasi melalui sistem perizinan yang transparan, efisien, serta didukung kesiapan tenaga kerja terampil yang mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Adanya dashboard monitoring realtime, klinik investasi, duta investasi, serta sistem aplikasi Mantab merupakan bentuk inovasi dan tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk menjadikan Batam sebagai role model kawasan ramah investasi,” katanya.

Dalam mendorong pertumbuhan tersebut, BP Batam juga memperkuat berbagai langkah strategis untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif. Salah satunya melalui penyederhanaan layanan perizinan dan peningkatan kualitas pelayanan investasi yang lebih adaptif serta responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

BP Batam juga mengembangkan sistem pelayanan terpadu yang mengintegrasikan proses perizinan, pengalokasian lahan, hingga fasilitasi investasi agar proses bisnis dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, BP Batam turut memperkuat inovasi layanan investasi lewat pendekatan digitalisasi pelayanan, percepatan pengembangan kawasan industri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini bertujuan menciptakan kepastian usaha bagi investor atau pengusaha sekaligus mendorong percepatan realisasi investasi di sektor-sektor strategis seperti manufaktur berteknologi tinggi, logistik, dan energi.

Dengan strategi itu, BP Batam optimis pertumbuhan ekonomi Batam dapat Terus dipertahankan bahkan meningkat pada tahun-tahun mendatang seiring dengan masuknya investasi baru dan ekspansi industri yang terus berlangsung. (adv)

ReporterArjuna

SALAM RAMADAN