
batampos – Badan Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan ekonomi Kota Batam tahun 2021 sebesar 4,75 persen. Ekonomi Batam mengalami perbaikan jika dibandingkan tahun 2020 yang tercatat minus 2,55 persen, disebabkan dampak pandemi Covid-19.
Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2021 juga lebih baik jika dibanding pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau dan nasional.
Pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2021 tercatat sebesar 3,43 persen. Sedangkan nasional sebesar tercatat sebesar 3,69 persen.
Menurut Rahmad, selama satu dekade terakhir, struktur perekonomian Batam ditopang sektor industri pengolahan. Baik itu yang bersumber dari perusahaan-perusahaan industri besar dan sedang, maupun yang bersumber dari industri mikro dan kecil. “Meskipun memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian Kota Batam pertumbuhan sektor industri pengolahan cenderung fluktuatif pada tahun 2021,” katanya.
Rahmad menjelaskan, industri pengolahan berhasil tumbuh 5,3 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada jasa perusahaan 9,7 persen, serta informasi dan komunikasi 9 persen. Kemudian, konstruksi 6,70 persen, pedagang besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 2,41 persen, jasa keuangan 0,29 persen, real estate 3,91 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial 1,42 persen.
“Pertumbuhan properti di Kota Batam masuk dalam kategori real estate,” sebutnya.
Pertumbuhan properti ikut mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 3,91 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. “Pertumbuhannya (properti) moderat, tidak kecil dan tidak tinggi sekali,” pungkas Rahmad.
Bagi Pemerintah Kota Batam, usaha properti diharapkan menjadi salah satu yang bisa menyumbang pendapatan daerah pertengahan tahun ini. Peningkatan investasi di bidang properti ditargetkan lebih baik dari dua tahun sebelumnya.
Properti memberikan dampak yang cukup besar bagi pemasukan daerah. Tidak saja dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau BPHTB, namun masuknya investasi baru ke Batam di bidang properti ini ada retribusi yang bisa didapatkan daerah.
Kepala Bidang Perizinan, Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DBMPTSP) Batam, Teddy Nuh menyampaikan Batam saat ini memang tengah mendorong kemudahan perizinan, guna menarik investasi yang lebih besar untuk dikembangkan di Batam, termasuk dari sektor properti.
Ia menjelaskan, untuk perizinan properti di Batam sejatinya sudah berada di pusat. Investor yang mau mengembangkan bisnis properti di Batam langsung mengajukan melalui one single submission (OSS).
“Dari situ ada alurnya, syarat pengajuan dan yang lainnya. Jadi semua sudah online. Kami yang di daerah ini hanya bersifat sebagai asistensi. Artinya jika mereka (investor, red) butuh bimbingan atau kendala di lapangan, kami akan bantu,” kata, dia, Sabtu (16/7).
Dari sektor properti tersebut, tentu ada potensi yang bisa diambil daerah melalui retribusi persetujuan bangunan (PBG). Untuk mengetahui ada penambahan investasi termasuk dari properti, pihaknya biasanya melakukan penarikan data melalui sistem.
“Jadi jika nanti jumlah NIB (nomor induk berusaha) ada kenalkan, artinya ada nilai investasi baru yang masuk. Termasuklah dari properti ini,” ujarnya. (*)
Reporter: RENGGA YULIANDRA, YULITAVIA



