
batampos— Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian menyoroti masih maraknya perusahaan di Batam yang merekrut tenaga kerja dari luar daerah. Ia menilai praktik tersebut menunjukkan minimnya kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lokal yang telah lama berdomisili dan berkontribusi bagi kota ini.
“Karena mereka (perusahaan) sudah lama beroperasi di Batam, seharusnya lebih peduli dengan warga setempat. Prioritaskan dulu masyarakat Kota Batam,” kata Jimmi, Selasa (7/10).
Menurutnya, setiap perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan sebaiknya memberi kesempatan pertama kepada warga Batam.
BACA JUGA: 1.285 Lowongan Dibuka, Baru 80 Pekerja Terserap
Jika tenaga kerja dengan kualifikasi tertentu belum tersedia, perusahaan dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat untuk mencari kandidat yang sesuai.
“Kalau setelah itu masih belum ditemukan tenaga sesuai spesifikasi, barulah mereka mencari dari luar daerah,” ujarnya.
Selain soal rekrutmen, Jimmi juga menyoroti minimnya kesempatan kerja bagi kelompok usia produktif yang lebih tua. Ia menilai selama seseorang masih memiliki kemampuan dan pengalaman, mereka seharusnya tetap diberi peluang untuk bekerja.
“Jangankan yang muda, yang sudah berusia 40 atau 50 tahun pun masih banyak yang sanggup bekerja. Bahkan PNS saja sekarang usia pensiunnya ditambah sampai 58 atau 60 tahun. Jadi masyarakat umum juga harus diberi ruang,” tutur politisi Partai Golkar tersebut.
Jimmi berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di Batam benar-benar menerapkan prinsip tersebut dengan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
“Kalau mereka hadir di Batam, buatlah masyarakat Batam bangga,” katanya.
Ia menegaskan, perhatian terhadap tenaga kerja lokal bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap keberadaan masyarakat Batam yang telah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan industri dan investasi di daerah ini. (*)
reporter :. AZIS MAULANA



