batampos – Wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura semakin banyak yang memesan paket liburan dan golf di Batam. Pemesanan ini merupakan buah manis dari pemberlakuan Surat Edaran (SE) No 13 tahun 2021. Palm Spring menjadi salah satu tempat golf yang merasakan manfaat dari aturan ini.
”Hari ini, kami memiliki tamu sebanyak 45 orang dari Singapura. Mereka wisman yang datang diprakarsai dan support Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Kepri. Kami juga mendapatkan booking-an 20 paket dalam beberapa pekan ke depan,” kata General Manager Palm Spring, Steven Japari, Selasa (15/3/2022).
Dari kegiatan para pegolf yang datang ke Batam, Palm Spring mendapatkan bagian di hari kedua dan ketiga. Hari pertama, mereka menjajal lapangan golf di Tering Bay. ”Kami senang, orang (turis) mulai ramai datang ke Batam,” ungkapnya.
SE No 13, kata Steven, adalah aturan yang baik. Sebab memberikan dampak yang luar biasa bagi dunia pariwisata, khususnya di Batam.
Ia mengatakan sebelum aturan travel bubble diterapkan, pariwisata Batam benar-benar hancur. Berbagai tempat pariwisata hanya mengandalkan kunjungan dari wisatawan Nusantara.
Lalu, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan travel bubble yang memudahkan datangnya wisman ke Batam. Walaupun sudah bisa datang ke Batam, tapi wisman tidak dapat keluar dari kawasan travel bubble. Terkini, pemerintah mengeluarkan aturan terbaru, yakni SE 133 tahun 2021.
Aturan ini memungkinkan wisman menginap dan bermain golf di kawasan Nongsa, namun bisa makan di Nagoya atau daerah lainnya di Batam. ”Sekarang golfer sudah bisa shopping,” ujarnya.

Foto-foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Meskipun aturan semakin dipermudah, ia berharap ada relaksasi lain. Pasalnya, wisman saat pulang ke negara asalnya, masih tetap wajib menjalani tes swab.
”Kami berharap setidaknya hanya antigen saja, sebab sampai saat ini negaranya masih wajib swab test. Kami apresiasi langkah-langkah pemerintah. Semoga ke depan terus membaik lah, apalagi Malaysia akan membuka pintu mereka 1 April mendatang” tuturnya.
Salah seorang pegolf, Julie, mengapresiasi aturan yang dibuat Pemerintah Indonesia. Ia mengatakan, sebelum pandemi sering datang ke Batam untuk bermain golf. Namun selama dua tahun ini, ia tidak bisa datang ke Batam.
Ia datang ke Batam lagi setelah ada aturan travel bubble. ”Saya datang ke batam untuk golf, karena selama pandemi saya tidak bisa datang. Tapi setelah dibuka, saya sangat senang. Termasuk semua temanku, semua datang ke Batam untuk main golf,” ujarnya, saat ditemui di sela-sela kegiatannya bermain golf di Palm Spring.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, meski awal tahun ini belum terlalu banyak yang masuk, namun ini sudah menjadi awal yang baik untuk kebangkitan pariwisata Batam. Ia yakin ke depan kunjungan wisman akan lebih banyak.
Apalagi jika ketentuan pembebasan visa diterapkan di Batam dan Bintan sebagaimana yang berlaku di Bali saat ini. Jumlah kunjungan wisman akan semakin banyak jika Singapura tak membatasi kuota dan membuka semua pintu keluar masuk wisman.
”Saat ini, berangkat masih dari Tanah Merah saja. Bisa jadi ini menjadi salah satu faktor belum banyak datang. Selain itu, wisman mungkin juga sangat berhati-hati karena akibat pandemi ini kan banyak yang berubah,” ujarnya.
Ardi menilai, masih ada waktu beberapa bulan ke depan untuk terus berbenah. Aturan sudah dilonggarkan, kedua negara juga sudah ada kesepakatan. Seiring berjalannya waktu kondisi akan kembali normal.
”Kita harus optimis dan yakin, masa ini akan dilalui dengan baik. Sehingga ke depannya ribuan wisman akan kembali masuk setiap minggunya,” imbuh mantan Kabag Humas Pemko Batam ini.
Ardi juga mengungkapkan, berbagai upaya dilakukan sebagai bentuk stimulan untuk memulihkan sektor wisata. Ia meyakini wisman dari Singapura dan Malaysia akan kembali masuk seperti dulu.
”Semua berproses tentunya. Harapan kita, Batam bisa ramai wisman seperti dulu. Hanya butuh waktu saja. Karena sekarang ini semua negara masih berhati-hati termasuk negara tetangga kita,” imbuhnya.
Pengelola Pelabuhan Feri Internasional Sekupang, Jumarly, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada rencana kedatangan wisman melalui Sekupang. Aktivitas di pelabuhan masih seperti biasa, tidak ada kegiatan yang melibatkan wisman.
”Kami berharap saja secepatnya membaik. Karena pelabuhan ini hanya melayani wisman Singapura saja. Kalau sudah normal, pasti ekonomi di sini juga kembali seperti dulu. Kalau dulu seminggu kami bisa layani sampai 3 ribu wisman,” bebernya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA – YULITAVIA
Editor : RYAN AGUNG

