Sabtu, 14 Maret 2026

 Petani di Batam Enggan Menanam Sayur, Ini Alasanya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
batampos – Harga sayur kembali mahal. Gagal panen petani jadi penyebab sayur kembali naik harga. Sawi dan bayam misalkan kini sudah mendekati angka Rp 30 ribu perkilogram. Sementara kangkung, daun singkong dan sejenisnya kembali ke angka belasan ribu rupiah. Stok sayuran juga mulai berkurang.
Agus. Petani cabai di Marina, sedang melihat tanamannya sebelum dipanen. Saat ini harga cabai khususnya cabai merah di Kota Batam masih mahal dan dibanderol Rp 120 ribu per kilogram. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Petani sayur di Marina, Tembesi dan Barelang mulai menyerah. Mereka enggan menanam sayuran karena tidak ada hasil. Gagal panen akibat musim hujan yang berkepanjangan serta mahalnya harga pupuk mengharuskan mereka istirahat sementara waktu. Lahan pertanian yang ada dimanfaatkan untuk tanaman lain seperti cabe, jagung ataupun singkong.

“Tak balek modal. Walaupun mahal hasil panen (kurang) tidak sebanding dengan jumlah pengeluaran untuk beli bibit dan pupuk. Banyak yang busuk tanaman sayur,” kata Hendro, petani sayur di Barelang.
Sebagian petani bahkan memilih mencari pekerjaan sampingan lain seperti buruh bangunan ataupun pedagang keliling. Lahan pertanian yang ada dimanfaatkan untuk tanaman jangka panjang yang tidak membutuhkan biaya perawatan yang rutin.
“Tunggu musim kemarau baru tanam lagi. Sementara biar saja dulu tanam singkong,” kata Kasim, petani di Marina.
Di pasaran harga sayuran terpantau kembali meroket selama sepekan belakangan ini. Sawi sudah mendekati Rp 30 ribu perkilogram. Bayam naik ke angka Rp 24 ribu perkilogram. Kangkung dan daun singkong diangka Rp 14 ribu perkilogram. Sementara cabe setan masih bertahan diangka Rp 130 ribu perkilogram.
Masyarakat tentunya keberatan sebab kenaikan harga kebutuhan pokok ini sudah lama berlangsung. Meskipun berulang kali memohon solusi dari pemerintah namun belum ada tindakan yang berarti hingga saat ini. (*)
Reporter: Eusebius Sara

SALAM RAMADAN