Selasa, 13 Januari 2026

PFI Kepri Sambangi PLN Batam, Sinergi Fotografi Jurnalistik Siap Dihidupkan Lagi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Komite Etik PFI Kepri, R Yusuf Hidayat bersama pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau saat berkunjung ke kantor PLN Batam, Rabu (3/12). Foto. Rezza Herdianto untuk Batam Pos

batampos – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau kembali menunjukkan geliatnya. Setelah sempat vakum sejak masa pandemi Covid-19, organisasi fotografer profesional itu menyambangi kantor PLN Batam, Rabu (3/12), untuk merajut ulang sinergi yang pernah terjalin erat selama bertahun-tahun.

Kunjungan tersebut dipimpin Komite Etik PFI Kepri, R Yusuf Hidayat. Ia menegaskan tujuan utama pertemuan adalah membangun kembali silaturahmi dan membuka ruang kolaborasi baru bersama PLN Batam.

“Silaturahmi kita sempat terputus sejak Covid. PFI Kepri vakum cukup lama. Hari ini kita ingin kembali menjalin kerja sama,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, PFI Kepri dan PLN Batam memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai kegiatan, mulai dari workshop, pameran foto, hingga lomba fotografi. Ia berharap kerja sama itu bisa kembali hidup seiring aktifnya PFI Kepri.

Yusuf juga menekankan bahwa misi PFI adalah menyajikan karya fotografi jurnalistik sesuai kode etik, yang membedakannya dari komunitas fotografi umum. Ia menyoroti semakin hilangnya disiplin pada penulisan caption foto yang akurat, padahal hal itu merupakan roh dari fotografi jurnalistik.

“Fotografi jurnalistik bukan hanya milik pewarta media massa. Humas perusahaan dan instansi juga perlu memahami etika dasarnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Yusuf turut menyinggung soal karya foto milik anggota PFI Kepri yang pernah diklaim pihak lain. Ia menegaskan PFI bertanggung jawab mengedukasi publik mengenai hak cipta dan etika penggunaan karya foto.

Sementara itu, Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia memastikan PLN Batam siap kembali bersinergi dengan PFI Kepri melalui kegiatan fotografi seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

“Sebelumnya kita sudah bersinergi, dan kami punya harapan yang sama. Kami terbuka untuk kolaborasi dengan PFI, apalagi organisasi ini berada di bawah Dewan Pers,” kata Yoga.

Ia mengakui hingga saat ini karya-karya hasil kolaborasi dengan PFI Kepri masih digunakan PLN Batam dalam berbagai kebutuhan perusahaan.

“Foto-foto hasil lomba dan pameran dulu masih kami pakai. Ada yang dipasang di kalender, company profile, dan kegiatan resmi lainnya,” ungkapnya.

Yoga berharap kerja sama bisa diperluas melalui kegiatan kompetisi maupun pameran foto ketenagalistrikan seperti yang pernah digelar di Kepri Mall, yang menurutnya sangat berkesan.

Pertemuan PFI Kepri dan PLN Batam itu menjadi awal baru untuk menghidupkan kembali semangat fotografi jurnalistik profesional di Kepri sekaligus memperkuat hubungan antara jurnalis foto dan dunia industri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update