Senin, 2 Maret 2026

PGN Targetkan 150 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Negara Berpotensi Hemat Rp1 Triliun per Tahun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas PGN saat memasang jaringan gas di rumah salah satu warga Batam.

batampos – PT Perusahaan Gas Negara Area Batam menargetkan pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 150 ribu sambungan hingga 2030. Program ini tak hanya memperluas akses energi bagi warga, tetapi juga diproyeksikan mampu menghemat anggaran subsidi energi negara hingga Rp79 miliar per bulan atau hampir Rp1 triliun per tahun, khusus dari wilayah Batam.

Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan pemasangan jargas dilakukan secara bertahap. Pada 2026, PGN telah menuntaskan sekitar 10.000 sambungan rumah (SR). Selain itu, sudah ada 4.000–5.000 SR yang terbangun dari program sebelumnya.

“Pengumpulan data calon pelanggan dan pemasangan berjalan bersamaan. Setelah 10.000 sambungan tahun ini, tahun depan penugasannya bisa lebih besar, sekitar 20.000 sampai 30.000 sambungan,” ujar Wendi, kemarin.

Baca Juga: Dua Kurir Narkoba Dibekuk di Sagulung, Polisi Sita Belasan Ribu Pil Ekstasi

Saat ini, jaringan gas PGN telah menjangkau tiga kecamatan di Batam, yakni Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota. Ke depan, cakupan layanan akan diperluas ke wilayah lain seperti Nongsa, Nagoya, dan Sekupang. PGN juga akan memperluas jaringan di kecamatan yang lebih dulu terpasang jargas.

Untuk memenuhi target total hampir 150.000 sambungan, PGN masih melakukan pendataan calon pelanggan hingga paling lambat Juni 2027. Jika seluruh program rampung, jargas di Batam diharapkan mampu menggantikan sebagian besar penggunaan LPG rumah tangga.

“Kalau dihitung, potensi penghematan subsidi bisa sekitar Rp79 miliar per bulan atau hampir Rp1 triliun per tahun. Itu baru dari Batam saja,” kata Wendi.

Dari sisi pasokan, PGN menyiapkan pemanfaatan gas dari Wilayah Natuna yang dialirkan melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS) ke Batam. Gas tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN serta kebutuhan rumah tangga dan industri.

Baca Juga: Anggaran Terbatas, Pelebaran Jalan Gajah Mada Tiban Masih Dikaji

Sekitar 80 BBTUD gas direncanakan untuk kebutuhan pembangkit listrik, sedangkan 30 BBTUD dialokasikan untuk kebutuhan di Pulau Batam. Meski demikian, pasokan gas dari Sumatera Selatan tetap berjalan.

“Masuknya gas dari Natuna ini menambah pasokan, bukan menggantikan yang dari Sumatera Selatan,” jelas Wendi.

Terkait warga yang sebelumnya menggunakan LPG tabung, Wendi menyebut tabung yang dimiliki masih dapat dijual kembali. Pemerintah juga berencana mengalihkan distribusi LPG ke wilayah kepulauan yang hingga kini masih kesulitan pasokan, mengingat jaringan gas belum dapat menjangkau daerah tersebut.

“LPG nantinya bisa dialihkan ke pulau-pulau yang memang masih membutuhkan dan belum bisa dimasuki jaringan gas,” pungkasnya.(*)

ReporterYashinta

SALAM RAMADAN