
batampos – Pihak Grab akhirnya memberikan tanggapan terkait dugaan praktik pungutan liar dalam proses pendaftaran mitra pengemudi di Batam yang sebelumnya diprotes sejumlah komunitas driver online. Perusahaan transportasi berbasis aplikasi itu menyatakan tengah melakukan penelusuran menyeluruh atas laporan tersebut.
Kasus ini mencuat setelah perwakilan komunitas driver yang tergabung dalam Organisasi Keluarga Komunitas Driver Online (KOMANDO) Batam mendatangi kantor Grab pada Senin (2/3) malam. Mereka menyampaikan dugaan adanya oknum yang memungut sejumlah uang kepada calon driver dengan iming-iming mempercepat proses pembuatan akun.
Menanggapi hal itu, pihak Grab menyatakan saat ini sedang melakukan investigasi internal untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan oleh komunitas mitra pengemudi tersebut.
“Grab tengah melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan pungutan liar dalam proses pendaftaran calon Mitra Pengemudi di Batam, sebagaimana disampaikan oleh perwakilan komunitas mitra yang mendatangi kantor Grab pada Senin (2/3),” ujar Direktur Grab Indonesi Richard aditya dalam pernyataan resmi kepada Batam Pos.
Untuk kasus ini katanya, perusahaan juga menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk pungutan liar maupun tindakan yang bertentangan dengan kode etik dan ketentuan perusahaan. Jika dalam penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran, Grab menyatakan akan mengambil langkah tegas sesuai prosedur yang berlaku.
“Grab tidak menoleransi segala bentuk pungutan liar maupun tindakan yang bertentangan dengan Kode Etik dan ketentuan perusahaan. Apabila terbukti terjadi pelanggaran, kami akan mengambil langkah tegas sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Grab juga menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam proses rekrutmen mitra pengemudi. Perusahaan memastikan seluruh proses pendaftaran driver dilakukan sesuai ketentuan resmi tanpa adanya biaya di luar aturan yang berlaku.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan praktik pungutan liar dalam proses pendaftaran mitra pengemudi di Batam menjadi sorotan setelah puluhan driver online yang tergabung dalam Organisasi Keluarga Komunitas Driver Online (KOMANDO) mendatangi Kantor Grab Batam pada Senin (2/3) malam. Mereka memprotes adanya oknum yang diduga memungut uang kepada calon driver dengan iming-iming dapat mempercepat pembuatan akun.
Dari informasi yang dihimpun komunitas driver, para korban diminta membayar sekitar Rp600 ribu untuk pendaftaran kendaraan roda dua, sementara untuk kendaraan roda empat diminta antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Namun sebagian akun yang dijanjikan tidak dapat digunakan karena dibuat dari luar wilayah Batam, bahkan ada yang hingga kini belum selesai meski korban telah membayar.
Wakil Ketua Satgas KOMANDO Batam, Okka, mengatakan dugaan penipuan ini terungkap setelah adanya laporan dari anggota yang merasa dirugikan hingga puluhan juta rupiah. Setelah dilakukan penelusuran internal, komunitas menemukan adanya oknum yang diduga berperan sebagai perantara dalam proses pembuatan akun tersebut.(*)



