batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center membeludak pasca dibukanya Pelabuhan HarbourFront, Singapura, Rabu (15/6) pagi. Di sisi lain, banyak pihak yang berharap agar harga tiket kapal feri bisa kembali normal, mengingat arus penumpang sudah mulai padat.

Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan baik ke Malaysia maupun Singapura antre di pintu keberangkatan Pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu (15/6). Jumlah penumpang baik yang pergi maupun yang datang mengalami peningkatan.
Dibukanya jalur HarbourFront, Singapura, disambut antusias Pemerintah Kota Batam dengan menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) di Pelabuhan Batam Center. Penyambutan wisman dari Singapura ini sebagai rasa suka cita setelah dua tahun lebih HarbourFront ditutup akibat pandemi Covid-19. Alunan musik dari grup band Batam, Malaykustik, turut mengiringi penyambutan wisman tersebut.
Beberapa wisman yang datang, juga disambut dengan pengalungan bunga. Salah satunya John, pelancong asal Australia. Ia kaget atas sambutan meriah tersebut. Ia pun merasa terharu atas sambutan yang tak disangkanya itu.
”Terima kasih, ini adalah kejutan bagi kami,” ujar pria yang ingin berliburan di Batam ini, Rabu (15/6). Sekda Kota Batam, Jefridin, berharap masuknya kembali wisman ke Batam dapat menggairahkan kembali pariwisata di Kota Batam serta meningkatkan ekonomi. Di sisi lain, ia tetap mengingatkan agar semuanya tetap mematuhi protokol kesehatan, mengingat saat ini subvarian dari Omicron juga tengah mengintai.
”Susah diungkapkan, dua tahun pandemi semua aktivitas terbatas. Sekarang alhamdulillah berangsur normal lagi. Namun, perlu saya i-ngatkan Covid-19 masih ada, meskipun di luar ruangan boleh lepas masker namun di dalam ruangan masih dianjurkan pakai masker,” kata Jefridin, kemarin.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, yang hadir dalam penyambutan tersebut mengungkapkan bahwa ia merindukan suasana Kota Batam yang ramai wisman. Penyambutan sengaja dibuatnya untuk memberi kenangan kepada pelancong sehingga dapat kembali lagi ke berwisata di Kota Batam.
”Kami sengaja menyambut bersama pak Sekda, pemangku kebijakan, polisi pariwisata, Duta Wisata Batam. Kami juga memberikan gift untuk wisman,” terang Ardi.
Ia sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan kelonggaran kepada Batam, seperti travel bubble, tidak diberlakukannya antigen, PCR, karantina, dan asuransi. Dimana saat ini ada 49 trip feri yang akan berangkat melalui Pelabuhan Batam Center setiap hari.
Wali Kota Batam yang juga sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menurutnya, telah menyiapkan Batam dalam konsep pariwisata. Aksesbilitas, amenitas, dan atraksi telah disiapkan untuk me-nyambut wisman.
”Destinasi baru sudah disiapkan dan menjadi daya tarik bagi wisman,” imbuhnya.
General Manager Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, mengatakan bahwa pasca dibukanya HarbourFront, Singapura, seluruh rute feri kembali beroperasi secara penuh. Artinya, aktivitas dan operasional pelabuhan yang terletak di pusat pemerintahan itu pun sudah kembali normal, yakni hingga pukul 23.00 WIB setiap hari.
”Karena HarbourFront sudah buka, maka aktivitas dan rute kapal kembali normal,” terang Nika.
Menurut dia, mulai kemarin ada 49 trip (sebelumnya ditulis 43 trip) kapal yang beroperasi. Rute terbanyak untuk tujuan Singapura, yakni HarbourFront. Ia pun memperkirakan jumlah penumpang setiap harinya akan kembali normal, apalagi pada akhir pekan diperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang.
”Untuk arus penumpang setiap harinya sebelum HarbourFront dibuka, rata-rata sudah 3.000 orang. Dan setelah ini saya yakin, jumlah penumpang bisa 5.000an seperti sedia kala,” ungkap Nika.
Masih kata Nika, yang jadi persoalan sampai saat ini adalah harga tiket kapal yang masih tinggi. Sebelum pandemi Covid-19, harga tiket feri tujuan Singapura untuk pergi-pulang atau return berkisar Rp 300-450 ribu, namun saat ini naik Rp 800 ribu.
”Yang dikeluhkan penumpang masih harga tiket, tetapi sebenarnya bukan domain kami karena itu operator. Kami sudah membawa masalah ini kepada DPRD Kota dan Provinsi, semoga ada solusinya,” urai Nika.
Acara penyambutan wisman juga dihadiri Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Edi Sutrisno, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepri, Donna, dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Batam, Deska.
Sementara itu, Pelabuhan Internasional Harbourbay, Batuampar, mengalami peningkatan layanan trip kapal menuju Singapura. Dalam sehari, pelabuhan ini menye-diakan 8 trip menuju Pelabuhan Harbourfront, dan dari HarburFront-Harbourbay sebanyak 8 trip.
”Baru hari ini dibuka menuju HarbourFront. Memang ada peningkatan trip kapal,” ujar Kapolsek Kawasan Khusus Pelabuhan (KKP) Batam, AKP Yusriadi Yusuf, Rabu (15/6).
Jadwal kapal dari Harbourbay-HarbourFront yakni pukul 06.00, 08.00, 10.30, 12.30, 14.30, 16.30, 18.30, 20.30 WIB. Sedangkan dari HarbourFront dengan jadwal pukul 08.15, 10.15, 12.15, 14.15, 16.30, 17.45, 19.30, 21.35 WIB.
”Untuk jumlah penumpang memang jauh meningkat. Tapi hari ini belum masuk seluruh data,” kata Yusuf.
Sebelumnya, Pelabuhan Harbourbay hanya melayani 1 trip kapal penumpang dengan tujuan atau dari Singapura. Dalam sehari, pelabuhan ini hanya dilalui puluhan penumpang. Sedangkan wisatawan berisi belasan penumpang. Di antaranya dari negara India, Kanada, dan Australia.
”Sejauh ini situasi aman dan terkendali. Untuk pengamanan pastinya dilakukan peningkatan, agar penumpang tetap merasa aman dan nyaman saat masuk ke Batam,” tutupnya.
Tetapi, dibukanya Pelabuhan HarbourFront oleh Pemerintah Singapura, belum berdampak pada Pelabuhan Feri Internasional Sekupang. Pasalnya, sampai saat ini belum ada aktivitas baik kedatangan maupun keberangkatan di Pelabuhan Feri Internasional Sekupang itu.
Pantauan Batam Pos, Rabu (15/6), Pelabuhan Feri Internasional Sekupang masih terlihat sepi. Tidak ada aktivitas, kapal feri yang biasanya membawa penumpang tujuan Singapura-Batam sebaliknya masih terparkir di depan pintu keberangkatan.
Pandangan serupa juga terlihat di konter-konter penjualan tiket dan pintu masuk pelabuhan yang sampai kini masih tutup. Bahkan jumlah kendaraan yang terparkir di sana bisa dihitung dengan jari.
”Belum buka pak,” ujar salah seorang sekuriti yang tak mau disebutkan namanya itu.
Ia juga tidak mengetahui apa sebabnya sampai saat ini Pelabuhan Feri Internasional Sekupang belum dibuka. Padahal Pelabuhan HarbourFront sendiri telah dibuka oleh Pemerintah Singapura. ”Kami gak paham juga itu pak,” tambahnya.
Terpisah, Pengelola Pelabuhan Feri Internasional Sekupang, Jumarly, membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada aktivitas di pelabuhannya. Jumarly mengakui belum ada agen kapal feri yang buka trip pelayaran menjadi satu satu penyebabnya.
”Kalau kami sih gak ada kendala. Kami setiap hari buka kok, cuma memang gak ada aktivitas,”ujarnya.
Jumarly mengakui, sejauh ini persiapan pelabuhan dalam menyambut kedatangan wisman ke Batam sudah disiapkan sedemikian rupa. Termasuk juga persiapan protokol kesehatan, dan lain sebagainya. ”Kalau kami prinsipnya siap. Makanya saat ini kami sifatnya menunggu. Kalau persiapan saya pikir kami gak ada masalah,” pungkasnya. (***)
Reporter : Yashinta – Yofi Yuhendri – Rengga Yuliandra
Editor : RYAN AGUNG



