Sabtu, 3 Januari 2026

PKG Batam Jangkau Ratusan Ribu Warga Sepanjang 2025

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Puskesmas Tiban Baru saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis di SMPN 20 Batam.

batampos – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digulirkan Pemerintah Kota Batam sepanjang 2025 kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hingga 24 Desember 2025, ratusan ribu warga telah mendaftarkan diri dan mengikuti pemeriksaan kesehatan di seluruh puskesmas yang ada di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebut capaian ini menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.

“Total sasaran PKG kita tahun ini sebanyak 1.276.930 orang. Sampai akhir Desember, yang mendaftar melalui sistem ASIK mencapai 189.215 orang atau sekitar 14,81 persen. Dari jumlah itu, lebih dari 144 ribu orang benar-benar hadir untuk diperiksa,” ujar Didi, Selasa (30/12).

Tak hanya melalui sistem digital, layanan PKG secara manual juga menunjukkan respons tinggi. Didi menjelaskan, sebanyak 110.998 warga tercatat mendaftar secara manual, dengan tingkat kehadiran hampir sempurna.

“Angka kehadiran manual bahkan mencapai 97,87 persen. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi ketika layanan kesehatan hadir lebih dekat dan mudah diakses,” katanya.

Didi menegaskan, seluruh 21 puskesmas di Kota Batam kini telah siap dan mampu melayani PKG. Kesiapan ini, menurutnya, menjadi fondasi penting agar pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik usia sekolah maupun umum.

“Alhamdulillah, semua puskesmas sudah 100 persen mampu melaksanakan PKG. Masyarakat tinggal datang dan memanfaatkan layanan ini,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Batam juga menemukan sejumlah kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Hingga 24 Desember 2025, tercatat 20 pasien PKG harus dirujuk, dengan beragam temuan medis seperti gangguan jantung, hipertensi, hingga hasil IVA positif yang mengarah pada dugaan kanker serviks.

“Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, langsung kami rujuk ke rumah sakit. Sementara yang masih bisa ditangani di layanan primer, kami kembalikan ke faskes satu untuk pemantauan,” terang Didi.

Ia menekankan, PKG bukan sekadar program tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemko Batam dalam membangun masyarakat yang lebih sadar kesehatan.

“Yang terpenting bukan hanya angka capaian, tapi bagaimana masyarakat mau memeriksakan diri lebih awal, sebelum sakitnya bertambah berat,” pungkasnya. (*)

Update