
batampos – Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat mendominasi realisasi investasi di Batam selama tiga kuartal pertama tahun 2025. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Penanaman Modal Asing (PMA) yang justru mengalami penurunan, meski peningkatan investasi asing merupakan salah satu mandat utama BP Batam.
Berdasarkan data BP Batam, hingga September 2025 total realisasi investasi di Batam mencapai Rp54,7 triliun, atau sekitar 91 persen dari target tahunan Rp60 triliun.
Sementara itu, data kuartal pertama 2025 di Provinsi Kepri, yang mencakup Batam sebagai kontributor terbesar, menunjukkan realisasi PMDN sebesar Rp3,69 triliun, naik 79,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk investasi PMA, tercatat sebesar US$595,65 juta.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pergeseran dominasi investasi ke PMDN tidak perlu dipandang sebagai sinyal negatif. Setiap bentuk investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, tetap memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Batam.
“Tak ada masalah dengan penurunan PMA. Bagi kami, tren investasi yang masuk itu pasti berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah dan semakin terbukanya kesempatan kerja,” katanya, Senin (10/11).
Baca Juga: Pertamax Kosong di SPBU, Pengendara Terpaksa Beli Eceran
Kenaikan investasi domestik justru menunjukkan bahwasanya pelaku usaha dalam negeri kini semakin percaya diri untuk berinvestasi di berbagai sektor. Meski demikian, secara prinsip, insentif fiskal yang diberikan BP Batam, seperti pembebasan bea masuk dan fasilitas ekspor-impor, memang dirancang untuk mendorong investasi asing.
“Konsepnya sebenarnya pada penanaman modal asing karena negara memberikan fasilitas dalam konteks ekspor-impor dan hubungan luar negeri. Tapi kalau PMDN cukup kuat, kenapa tidak?” ujar dia.
Ia menyebut, tak ada dikotomi antara PMA dan PMDN. Keduanya merupakan dua sisi yang saling melengkapi dalam memperkuat fondasi ekonomi Batam.
“Bukan hal yang perlu dibenturkan satu sama lain. Kami juga sangat senang jika pengusaha lokal kita cukup kuat untuk berinvestasi,” kata Amsakar.
Menanggapi isu penurunan PMA disebabkan oleh penutupan kantor cabang BP Batam di luar negeri, Amsakar membantah hal tersebut. Ia menilai, komunikasi dan promosi investasi kini dapat dijalankan melalui berbagai kanal digital maupun jejaring kerja sama lintas lembaga.
Baca Juga: BP Batam Pastikan Transisi Kewenangan Perizinan Tak Ganggu Iklim Investasi
“Kantor hanya salah satu jalan pembuka. Tapi ada banyak cara lain yang bisa kita lakukan untuk menyampaikan kondisi eksisting Batam,” katanya.
Pihaknya akan terus memperkuat promosi investasi global dengan memanfaatkan teknologi komunikasi modern, memperluas jejaring internasional, serta memastikan iklim usaha yang kondusif bagi investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. (*)
Reporter: Arjuna



