Jumat, 27 Februari 2026

PMI di Karantina Masih Ada 646 Orang, Sudah 5 Orang Positif Omicron

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dua petugas medis dari BTKLPP Kelas I Batam Kementerian Republik Indonesia di Sagulung, Ami Azura dan Maharani Chalsealyn berada di mobil untuk melakukan pemeriksaan sampel covid-19 dengan TCM mastermix dan Ekstraksi di mobil laboratorium bergerak survailans di Sagulung, Kamis (27/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Gedung Karantina Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang masih menampung 646 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru kembali ke Tanah Air dalam sepekan terakhir. Jumlah ini tidak jauh beda dengan pekan-pekan sebelumnya sehingga dipastikan angka kepulangan PMI dari luar negeri masih tinggi.

Dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan PMI di Lokasi Karantina menuturkan, PMI yang dinyatakan positif Covid-19 terakhir sebanyak dua orang. Dua orang ini sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang untuk dirawat. “Setiap hasil swab keluar pasti ada yang positif. Terakhir ada dua orang,” kata Anggitha.

Meskipun sudah banyak PMI yang diperkenankan kembali ke daerah asal karena hasil pemeriksaan bebas dari Covid-19, namun jumlah PMI yang dikarantina tetap saja diatas angka 600 orang. Itu karena PMI yang kembali ke tanah air masih terlampau banyak.

Satgas Penanganan Covid-19 di Batam memperketat pengawasan dan penanganan PMI agar kasus Covid-19 baik yang varian ataupun non varian di Tanah tak kembali meningkat.

Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit BTKLPP (BTKLPP) Batam misalkan melakukan pemeriksaan sampel PMI secara berulang kali demi memastikan varian Covid-19 yang ada pada sampel PMI yang dinyatakan positif Covid-19.

Hasilnya sudah terdeteksi lima orang PMI yang membawa masuk Omicron ke tanah air. “PMI ada lima orang (Omicron). Total semua yang Omicron sebanyak 41 orang,” ujar Kepala BTKLPP Batam Budi Santosa.

Budi juga membeberkan, penanganan sampel pemeriksaan Covid-19 dari PMI dilakukan secara teliti dan berulang. Selain dua kali pemeriksaan swab, untuk sampel PMI yang positif dilakukan pemeriksaan ulang lagi bersama Litbangkes.

Pemeriksaan ulang ini meliputi pemeriksaan polymerase chain reaction dengan metode S-gene target failure (SGTF) dan pemeriksaan sistem whole genome sequencing (WGS) untuk mendeteksi varian virus Corona yang dilakukan di Litbang kesehatan di Jakarta.

“Sebagai upaya pencegahan, jadi memang harus diperiksa berulang kali. Jumlah sampel PMI yang masuk juga masih tinggi diangka 300 hingga 400 perhari,” ujar Budi. (*)

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN