
batampos – Kinerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam sepanjang 2025 mencatatkan hasil gemilang. Selain hampir menyempurnakan serapan anggaran, kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bahkan melampaui target hingga dua digit menandakan peran strategis imigrasi sebagai penggerak layanan publik sekaligus penjaga gerbang mobilitas orang.
Sepanjang Januari–Desember 2025, realisasi anggaran mencapai Rp40,49 miliar atau 99,61 persen dari pagu. Pada saat yang sama, PNBP dibukukan sebesar Rp136,61 miliar, setara 118,03 persen dari target Rp115,75 miliar.
Capaian ini memperlihatkan efektivitas pengelolaan anggaran yang beriringan dengan peningkatan kualitas layanan.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad mangatakan capaian tersebut lahir dari kerja kolektif seluruh jajaran, dukungan masyarakat, serta sinergi lintas instansi.
“Hasil ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan adaptif,” ujarnya (7/1).
Seiring itu, fungsi pengawasan diperkuat untuk mencegah pekerja migran Indonesia nonprosedural dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Tercatat 178 permohonan paspor ditunda karena indikasi penggunaan nonprosedural,” katadia
Pengawasan lalu lintas orang juga menghasilkan 5.659 penundaan keberangkatan di sejumlah pelabuhan dan bandara, termasuk Pelabuhan Batam Center, Sekupang, Nongsa, Bengkong, serta Bandara Internasional Hang Nadim.
Imigrasi Batam aktif memperluas literasi keimigrasian melalui sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Golden Visa, layanan data keimigrasian, inovasi Immicare Reach Out, layanan paspor haji dan umrah, hingga edukasi di desa binaan terkait TPPO dan penyelundupan manusia.
Memasuki 2026, sejumlah terobosan diluncurkan—mulai dari layanan izin tinggal Immicare Reach-Out ke kawasan industri dan KEK, paspor darurat medis bagi pasien berobat ke luar negeri, program IM-pression berupa pembatas paspor tematik, hingga penerapan layanan paspor paperless.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang makin mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung iklim investasi dan mobilitas warga Batam. Upaya ini selaras dengan 15 Program Aksi 2026 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tutupnya. (*)



