Minggu, 25 Januari 2026

Polda Kepri Ajak Komunitas Ojek Online Jadi Mitra Kamtibmas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menggandeng komunitas pengemudi online se-Kepri untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Polda Kepulauan Riau menggandeng komunitas pengemudi online se-Kepri untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Kamtibmas di Hotel AP Premier Batam, Kamis (6/11), ratusan pengemudi ojek dan taksi online menyatakan siap menjaga Kamtibmas wilayah Kepri.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Wakapolda, pejabat utama Polda Kepri, serta perwakilan dari sejumlah instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Ketenagakerjaan, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri. Hadir pula Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam serta perwakilan komunitas pengemudi online dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepri.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pentingnya peran pengemudi online dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Ia menyebut, para pengemudi yang setiap hari berada di jalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat memiliki posisi strategis sebagai “mata dan telinga” kepolisian.

“Saya berharap pengemudi online dapat menjadi bagian dari mitra Polri dalam menjaga kamtibmas. Laporkan bila ada kejadian mencurigakan atau potensi gangguan keamanan. Keterlibatan masyarakat seperti inilah yang memperkuat rasa aman di lingkungan kita,” ujar Kapolda.

Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas pengemudi online untuk menjaga situasi tetap kondusif, terutama menjelang momen politik dan perayaan akhir tahun. Ia menyebut, kerja sama lintas sektor merupakan kunci agar Kepri tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Selain soal keamanan, kami juga ingin memastikan keselamatan berlalu lintas terjaga. Pengemudi online adalah pelopor keselamatan, dan menjadi contoh bagi pengguna jalan lain,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Provinsi Kepri Junaidi menilai deklarasi tersebut merupakan langkah konkret memperkuat ekosistem transportasi digital yang aman dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, penyedia aplikasi, dan komunitas pengemudi sangat diperlukan untuk menghadirkan sistem transportasi yang berkeadilan.

“Transportasi daring tidak hanya soal aplikasi dan penumpang, tapi juga soal keseimbangan antara hak, kewajiban, dan keselamatan semua pihak. Kami apresiasi langkah Polda Kepri yang melibatkan pengemudi secara langsung,” kata Junaidi.

Sekitar 150 pengemudi online dari berbagai komunitas menghadiri acara ini. Mereka berasal dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga. Suasana acara berlangsung akrab dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ditandai dengan pemasangan rompi kemitraan dan pembacaan Deklarasi Kamtibmas Komunitas Pengemudi Online se-Kepri. Ada empat poin utama dalam deklarasi itu: menjaga stabilitas kamtibmas, menolak provokasi dan kekerasan, menjunjung tinggi solidaritas dan keselamatan berlalu lintas, serta bersinergi dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah.

Perwakilan komunitas pengemudi online, Jafri Rajab, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Polda Kepri. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat hubungan antara sesama pengemudi dan aparat kepolisian.

“Kami tidak hanya mencari nafkah, tapi juga ikut menjaga keamanan kota ini. Karena kalau kota aman, kami juga bisa bekerja dengan tenang,” ujarnya.

Deklarasi tersebut diharapkan menjadi tonggak baru hubungan antara Polri dan komunitas pengemudi online di Kepri. Melalui komunikasi yang baik dan kerja sama yang berkelanjutan, kedua pihak berkomitmen untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di Kepulauan Riau. (*)

Reporter: Yashinta

Update