
batampos – Polda Kepri akan mengawasi peredaran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan memastikan stok aman hingga lebaran Idulfitri mendatang.
Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman, menyatakan, akan menindak tegas jika ada penyelewengan BBM di Kepri.
”Kami akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana migas (minyak dan gas) dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan BBM subsidi sesuai kebutuhan,” kata Aris.
Seperti diketahui, harga Pertamax di Batam saat ini jadi Rp 13 ribu per liter dari sebelumnya Rp 9.400 per liter. Sedangkan harga Pertalite mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp 8 ribu per liter kini menjadi Rp 7.650 per liter.
Selain melakukan pengawasan aktif di seluruh SPBU yang ada di Kepri, Aris mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Pertamina di Kepri demi memastikan stok BBM aman selama Ramadan.
Selain itu, Aris menyebut belum ada antrean BBM hingga mengular panjang.
”Sejauh ini masih dalam batas aman, baik untuk (antrean) Pertalite maupun Biosolar,” ujarnya.
Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Teguh Widodo, meminta masyarakat tidak panik dengan isu-isu hoaks yang berkembang.
Ia mengatakan, kepolisian akan melakukan pengawasan demi memastikan stok BBM diedarkan sesuai peruntukannya.
”Belilah BBM secara wajar dan sesuai kebutuhan,” sarannya.
Teguh mengatakan, Polda Kepri membutuhkan informasi masyarakat. Jika ada temuan penimbunan BBM, hal itu dapat disampaikan ke kantor kepolisian terdekat.
”Sampaikan saja, kami pasti akan tindak lanjuti,” tuturnya.
Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan sesuai arahan dari Kapolda Kepri dan Direskrimsus.
”Pengawasan tidak hanya dari Polda Kepri saja, tapi juga Polres-Polres jajaran di beberapa kota dan kabupaten yang ada di Kepri,” ungkap Dhani.
Dhani meminta masyarakat tidak panik dan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum.
”Ketersediaan BBM di Kepri relatif aman, kami telah turun dan menemukan belum ada kelangkaan BBM,” tuturnya.
Ia mengatakan, Subdit IV dan jajaranya akan turun ke lapangan dan mengecek ke beberapa SPBU yang ada di Batam, untuk melihat distribusi dan pembelian BBM.
”Kami masih terus melakukan pengawasan secara berkala,” ujarnya.
Sales Area Manager (SAM) Retail Kepri PT Pertamina, Mahfud Nadyo Hantoro, menyatakan, stok BBM mencukupi hingga Idulfitri. Pertamina juga membentuk satgas penyaluran dan pendistribusian BBM ke Kepri.
”Masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan BBM,” tuturnya.
Ia mengatakan, masyarakat dapat melaporkan jika ditemukan antrean panjang di SPBU yang ada di Kepri.
”Laporkan saja, dengan menghubungi call center 135. Kami nanti akan menindaklanjuti dan mengecek permasalahan yang terjadi,” tuturnya.(*)
Reporter: Fiska Juanda



