Senin, 12 Januari 2026

Polda Kepri dan Batam Pos Perkuat Sinergi Tangkal Hoaks di Era Media Sosial

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin bersama Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo dan pejabat utama Polda Kepri berfoto bersama Direktur Batam Pos Yusuf Hidayat beserta jajaran saat kunjungan silaturahmi di Mapolda Kepri, Rabu (17/9).
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Saprudin bersama Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo dan PJU Polda Kepri berfoto Direktur Batam Pos Yusuf Hidayat berserta jajaran saat kunjungan silaturahmi ke Mapolda Kepri, Rabu (17/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Polda Kepri mengundang Batam Pos untuk audiensi di Mapolda Kepri, Rabu (17/9). Pertemuan ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga langkah memperkuat sinergi antara kepolisian dan media arus utama dalam menjaga ruang publik dari provokasi serta informasi yang tidak benar (hoaks).

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan, media mainstream memiliki peran penting sebagai penyeimbang arus informasi, terutama di tengah derasnya konten media sosial yang kerap tidak terverifikasi.

“Masyarakat sekarang sangat mudah meniru dan terprovokasi. Benar atau tidak itu urusan belakangan, yang penting sudah tersebar. Maka penting bagi media untuk menjaga sumber berita tetap jelas,” kata Asep.

Ia menambahkan, generasi muda, khususnya Gen Z, harus diberi pemahaman agar tidak terjebak dalam narasi menyesatkan.

“Penyampaian pendapat itu sah, tapi jangan sampai atas nama kebebasan justru merusak segalanya. Media punya peran besar meluruskan hal ini,” ujarnya.

Baca Juga: Kapolda Kepri Tegaskan Keamanan Kondusif Jadi Jaminan Investasi

Sebagai contoh, Asep menyinggung peristiwa unjuk rasa yang sering berbeda antara fakta lapangan dan informasi di media sosial.

“Polda Metro merilis pelaku pengrusakan, tapi yang tersebar justru disebut pengunjuk rasa. Itu kan salah. Jangan sampai generasi muda terseret pada tindakan yang dianggap benar, padahal melawan hukum,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Asep juga mengingat masa jabatannya sebagai Kapolres Barelang dengan pangkat Komisaris Besar. Saat itu ia menangani kasus pembunuhan tiga wanita muda yang sempat menggemparkan Batam.

“Saya sampai bilang, kalau kasus ini tidak terungkap, saya siap dicopot. Syukurlah dalam beberapa hari bisa diungkap anggota. Media juga ikut mengawal,” kenangnya.

Sementara itu, Direktur Batam Pos, Yusuf Hidayat, menegaskan sejak awal pihaknya menjaga agar pemberitaan tidak terseret arus provokasi. Stabilitas opini publik menjadi hal penting, mengingat Batam dikenal sebagai kota investasi dan pariwisata.

“Kami selalu wanti-wanti, jangan sampai pemberitaan memperkeruh keadaan,” katanya.

Baca juga: Polda Kepri Dalami Keterlibatan Pemilik Tambak Udang di Piayu, Kasus Minilab Narkoba

Menurutnya, Batam Pos berkomitmen menjaga keseimbangan informasi. “Kami memilih jalan berbeda, kami memilih mendamaikan suasana. Media bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga ikut menjaga agar opini publik tetap sehat,” ucapnya.

Yusuf menambahkan, ketika banyak influencer dan buzzer menghilang saat situasi panas, media arus utama justru tetap hadir.

“Kami sadar, tanggung jawab media jauh lebih besar. Karena itu, sejak awal kami tidak mau ikut terprovokasi, melainkan menenangkan,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakapolda Kepri Brigjen Anom Wibowo menilai kerja sama kepolisian dan media sangat penting. Menurutnya, media mainstream memiliki tingkat kepercayaan publik lebih tinggi dibandingkan media daring yang tidak memiliki dasar kuat.

“Media mainstream punya latar belakang luas, dan itu yang membangun kepercayaan publik,” ujar Anom.

Anom juga mengakui, kepolisian perlu belajar dari media dalam hal penyampaian informasi.

“Bahasa media berbeda dengan bahasa kepolisian yang cenderung kaku. Kalau kita bisa berkolaborasi, informasi dari kepolisian bisa lebih mudah dipahami masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan Bidang Humas akan diperkuat agar hubungan baik ini tidak sebatas pertemuan, melainkan berlanjut dalam bentuk pelatihan, tukar pengalaman, hingga sinergi pemberitaan.

“Harapan kami, sinergi ini berkesinambungan. Dengan kerja sama yang baik, kepercayaan publik terhadap kepolisian juga semakin meningkat,” ucapnya.(*)

Update