Minggu, 25 Januari 2026

Polda Kepri Kumpulkan Rp500 Juta untuk Aceh, Bantuan Segera Dikirim

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Polda Kepri menggalang bantuan untuk korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Hingga siang kemarin, total dana yang berhasil dihimpun dari personel Polda Kepri serta partisipasi tokoh masyarakat telah mencapai sekitar Rp500 juta. Bantuan itu disalurkan dalam bentuk dana karena akses menuju daerah terdampak masih terputus.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menjelaskan, sehari sebelumnya, Kapolri langsung memimpin zoom meeting dengan seluruh kapolda. Untuk memberikan bantuan kepada daerah yang terkena bencana

“Dan kami diarahkan untuk menyiapkan bantuan-batuan terutama polda sekitar daerah yang terdampak bencana, seperti polda riau, kepri, jambi, palembang, lampung. Untuk Polda Kepri diintruksikan menbantu wilayah bencana di Aceh,” tegas Asep.

Dijelaskan Asep, pihaknya menyalurkan bantuan berupa dana. Bantuan dana dinilai paling efektif saat ini. Distribusi logistik dari luar daerah terkendala kerusakan jalan dan akses darat yang belum sepenuhnya bisa dilalui kendaraan pengangkut.

“Kenapa dana? Karena di sana masih banyak kendala untuk mengirim barang. Beberapa jalan masih putus. Setelah berkoordinasi, Polda Aceh meminta bantuan sementara dalam bentuk dana,” ujarnya saat menghadiri ulangtahun Ditpolairut Polda Kepri, Senin (1/12)

Keputusan menyalurkan bantuan berupa dana juga berdasarkan komunikasi intensif antara Polda Kepri dan Polda Aceh. Bantuan logistik dari Batam, justru berpotensi terhambat di perjalanan dan tidak segera dimanfaatkan di lokasi bencana.

Asep menyebut dana tersebut nantinya akan digunakan untuk kebutuhan mendesak, termasuk perbaikan akses jalan, pembangunan sumur air bersih, hingga pemenuhan kebutuhan harian bagi warga yang kehilangan rumah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Aceh. Mereka butuh apa saja, apakah sembako, alat-alat, atau bentuk lain. Setelah diskusi, lebih simpel dan cepat jika dikirim dalam bentuk dana,” tambahnya.

Selain bantuan dana, Polda Kepri juga menyiapkan personel untuk diterjunkan bila dibutuhkan. Personel yang disiapkan terdiri dari satu satuan setingkat kompi (SSK) dan telah berada dalam status standby on call.

“Personel sudah kami siapkan. Penempatannya bergantung arahan Mabes Polri, apakah ke Sumbar, Sumut, atau Aceh,” kata Asep.

Dijelaskan Kapolda, tadi malam Kapolri memimpin zoom meeting dengan seluruh kapolda di Indonesia. Dalam arahannya, Kapolri meminta polda-polda di sekitar wilayah terdampak bencana segera menyiapkan personel serta bantuan kemanusiaan.

“Kami diminta menyiapkan bantuan, terutama polda yang dekat dengan daerah bencana seperti Riau, Kepri, Jambi, Palembang, Lampung. Personel kita siap sewaktu-waktu dikirim untuk membantu proses rescue,” ujarnya.

Bantuan yang dihimpun dari Polda Kepri, sambungnya, merupakan bentuk solidaritas personel serta dukungan dari masyarakat. Semua dana dikoordinasikan melalui Mabes Polri agar penyalurannya tepat sasaran.

“Ini bentuk kepedulian kami bersama masyarakat. Harapannya bisa membantu saudara-saudara kita menghadapi bencana ini,” ucap Kapolda.

Setibanya di Aceh, dana tersebut akan direalisasikan untuk fasilitas dasar yang dibutuhkan warga, seperti sumber air bersih, alat penerangan, serta pembenahan jalur-jalur vital yang rusak.

“Kalau kami kirim barang dari sini, pasti terkendala. Maka lebih mudah dana ditransfer dan di sana langsung digunakan membeli keperluan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Polda Kepri memastikan seluruh personel yang disiapkan tetap siaga menunggu perintah. Mereka dapat diberangkatkan kapan pun, sesuai arahan Mabes Polri dan kebutuhan di lokasi bencana.

“Semua personel standby on call. Tinggal kapan diminta, kami siap dikirim ke Padang, Aceh, maupun Medan,” tutur Kapolda.

Bantuan dari Polda Kepri dijadwalkan segera dikirim ke Aceh dalam waktu dekat. Kapolda berharap dukungan yang terkumpul dapat membantu mempercepat pemulihan warga yang terdampak bencana. (*)

Reporter: Yashinta

Update