Senin, 6 April 2026

Polda Kepri Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Salah seorang warga melihat minyak goreng di salah satu retail modern. Saat ini harga minyak goreng di Batam kembali naik setelah pemerintah mencabut subsidi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri memastikan stok minyak goreng di Kepri aman. Untuk itu, ia meminta masyarakat membeli sesuai kebutuhan, jangan sampai untuk memborong apalagi menimbun.

”Distribusi minyak goreng dari luar Kepri berjalan lancar dan juga ada pabrik minyak goreng di sini (Batam),” ujar kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Farouk Oktora.

Pabrik minyak goreng yang dimaksud Farouk adalah PT Synergy Oil Nusantara (SON). Pabrik ini memiliki kemampuan memproduksi sebanyak 54 ribu liter seharinya. Sehingga, tidak mungkin terjadi kelangkaan minyak goreng di pasar.

”Ada 4.500 karton minyak goreng yang mereka distribusikan setiap hari. Selain itu, juga pasokan dari Wilmar (pabrikan minyak goreng nasional). Sehingga, stok minyak goreng sangat aman,” ungkapnya.

Namun, banyak masyarakat yang membeli minyak goreng melebihi kebutuhannya dalam sebulan. Sehingga, hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stok minyak goreng habis di beberapa swalayan.

”Tentunya untuk jualan besoknya, swalayan baru akan mendistribusikan dari distributor dulu. Butuh proses dan waktu, sehingga terkadang terlihat minyak goreng kosong. Padahal tidak, karena banyak yang membeli,” ucapnya.

Farouk mengatakan, membeli karena panik atau punic buying tidak akan menyelesaikan masalah. Ia berharap masyarakat bijak dalam membeli.

”Belilah sesuai kebutuhan, jika sebulan habis cuma dua liter, beli dua liter saja, jangan sampai 6 atau 8 liter,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai harga minyak goreng yang mulai naik di beberapa swalayan, Farouk mengaku hal itu diluar wewenangnya.

”Bisa tanyakan ke Disperindag,” tuturnya.

Ia mengaku, jajarannya mengawasi peredaran minyak goreng di pasar modern maupun pasar tradisional.

”Kami akan melakukan pengawasan distribusi hingga ke konsumen,” ujarnya.(*)

Reporter: Fiska Juanda

UPDATE