
batampos – Polda Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat kerja sama strategis di bidang keamanan laut dengan Maritime Security (MARSEC) Command dan Information Fusion Center (IFC) Republik Singapura. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan Indonesia–Singapura, khususnya di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (22/10) di Singapura, dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Raden Firdaus Kurniawan, Dirpolair Baharkam Polri, Dirpolairud Polda Kepri, Kasubdit Patroli Baharkam Polri, serta Atase Polri. Rombongan disambut langsung oleh Commander MARSEC Republic of Singapore Navy (RSN), Rear Admiral Ng Xun Xi, beserta jajaran pejabat MARSEC.
Dalam sambutannya, Rear Admiral Ng Xun Xi menegaskan komitmen MARSEC untuk mempererat koordinasi dengan Polri, terutama dalam pertukaran informasi dan penguatan komunikasi lintas kapal. “Kami sangat menghormati kedaulatan setiap negara. MARSEC terbuka untuk berkoordinasi langsung dengan Polri dalam menangani insiden maritim, termasuk perompakan dan penyelundupan,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Korban Ledakan Kapal Federal II Masih Dirawat di RS Graha Hermine, Begini Kondisinya
Ng Xun Xi menambahkan, sistem pengawasan maritim terpadu menjadi kunci mencegah kejahatan laut. Ia menilai, meskipun kasus perompakan kini menurun, dampaknya terhadap industri pelayaran tetap signifikan.
“Kami juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam kerja sama sebelumnya, termasuk koordinasi penanganan kasus narkotika lintas negara,” ucapnya.
Sementara itu, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Raden Firdaus Kurniawan mengatakan kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari undangan MARSEC kepada Kapolri. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi jalur komunikasi antara kapal MARSEC dan kapal Polri agar penanganan di lapangan lebih cepat dan efisien.
“Keterlambatan informasi di laut bisa memberi ruang bagi pelaku kejahatan untuk kabur. Karena itu, pertukaran data real-time menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini,” tegasnya.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan kesiapan jajarannya untuk memperluas kerja sama dengan MARSEC dalam memperkuat pengawasan di wilayah perairan Kepri. “Banyak kasus narkoba masuk lewat jalur laut. Kami berharap koordinasi ini juga mencakup pencegahan penyelundupan narkotika lintas negara,” kata Kapolda.
Asep juga menyampaikan bahwa Polda Kepri baru-baru ini menjalin silaturahmi dengan Kepolisian Johor, Malaysia. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi kawasan dalam pemberantasan kejahatan lintas batas.
Baca Juga: Dampak Kekerasan Seksual oleh Orang Terdekat, Mental Anak di Batam Terancam
Dalam sesi diskusi, Dirpolairud Polda Kepri menyoroti pentingnya kecepatan informasi untuk mencegah pelaku melarikan diri di laut. Hal senada disampaikan Kasubdit Patroli Baharkam Polri, yang mengusulkan agar komunikasi antarnegara tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga langsung antarpejabat operasional untuk mempercepat respons di lapangan.
Atase Polri menambahkan, saat ini ada sekitar 20 kapal yang beroperasi di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka yang menjadi fokus pemantauan bersama.
“Kami terus menjaga komunikasi intensif dengan MARSEC untuk memperkuat respons cepat terhadap potensi ancaman maritim,” ujarnya.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Information Fusion Center (IFC). Di sana, Commander MARSEC menjelaskan peran IFC sebagai pusat koordinasi informasi maritim global yang kini memiliki 159 jaringan kerja di 58 negara.
“Kolaborasi dengan aparat penegak hukum seperti Polri penting untuk memetakan pola dan modus kejahatan lintas batas,” katanya. (*)
Reporter: Yashinta



