
batampos– Jalur rawan kecelakaan atau blind spot di kawasan Tiban menjadi perhatian serius Ditlantas Polda Kepri. Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan, kepolisian bersama instansi terkait tengah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari rencana pembangunan jalur penyelamatan hingga pemasangan rambu lalu lintas.
“Seperti di Jawa, kalau ada jalan turunan biasanya dibuat jalur penyelamatan yang sedikit menanjak. Itu bisa dikaji juga di Batam, khususnya di Tiban, kalau memang memungkinkan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Andhika Bayu, Kamis (18/9).
Menurut Andhika, Satlantas Polresta Barelang telah diarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam serta stakeholder terkait dalam menindaklanjuti penanganan jalur rawan kecelakaan tersebut.
BACA JUGA: Antisipasi Kecelakaan di Tiban Centre, Pita Penggaduh Dipasang Pekan Ini
Selain jalur penyelamatan, pemasangan rambu-rambu peringatan juga menjadi prioritas.
“Koordinasi terus dilakukan antara Satlantas dengan Dishub Kota Batam. Harapannya, segera ada langkah konkret,” tambahnya.
Tak hanya dari sisi infrastruktur, Ditlantas Polda Kepri juga memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan, terutama yang belum melakukan uji kir. Pengecekan dilakukan bersama Dishub untuk memastikan kendaraan laik jalan.
“Kendaraan yang tidak layak jalan tidak boleh beroperasi. Itu sudah kita lakukan dengan pengecekan langsung ke perusahaan angkutan,” tegas Andhika.
Upaya jangka pendek juga sudah berjalan. Polisi mendatangi satu per satu perusahaan ekspedisi (door to door) untuk memeriksa kendaraan serta memberikan edukasi kepada pengemudi mengenai pentingnya keselamatan di jalan.
“Driver kami ingatkan agar benar-benar mengutamakan keselamatan. Sosialisasi dan edukasi keselamatan lalu lintas terus dilakukan,” ujarnya.
Terkait sanksi, ia memastikan penindakan tegas akan diberikan sesuai aturan yang berlaku. “Jelas ada, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ini demi keselamatan bersama,” katanya.
Selain itu, Andhika juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada ketika melintas di jalur rawan Tiban. Dishub pun diharapkan segera melengkapi fasilitas penunjang seperti rambu lalu lintas di lokasi tersebut.
“Sementara ini, blind spot paling berbahaya memang masih ada di kawasan Tiban,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



