
batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaraan hebat di gudang PT Desa Air Cargo, kawasan industri Kabil, Batam beberapa waktu lalu. Saat ini, penyidik tengah menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Pekanbaru, terkait penyebab kebakaran.
Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, mengatakan saat ini penanganan perkara masih berjalan dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Tim Labfor sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascakebakaran dan saat ini sedang menganalisis temuan di lapangan.
“Kami masih menunggu hasil dari tim Labfor Riau. Mereka sudah turun ke lokasi, melakukan pemeriksaan, dan saat ini sedang mengolah data untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujar Silvester saat dikonfirmasi, Kamis (7/8).
Silvester juga membantah isu yang menyebutkan bahwa lokasi gudang tidak dipasangi garis polisi pascakebakaran. Ia menegaskan, police line sudah dipasang oleh tim Labfor, dan baru dicabut setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan.
“Ada police line. Hanya saja, setelah pemeriksaan oleh tim selesai, garis tersebut memang dicabut. Jadi bukan tidak dipasang,” tegasnya.
Baca Juga: Polda Kepri Dalami Kasus Order Fiktif, Pola Sama Diduga Pelaku Sama
Diketahui, kebakaran hebat melanda gudang PT Desa Air Cargo pada Senin malam, 23 Juni 2025, sekitar pukul 20.30 WIB. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan pada Selasa sore, 24 Juni, sekitar pukul 16.00 WIB, setelah menghanguskan hampir seluruh area penyimpanan material dan limbah.
Selama lebih dari 20 jam, belasan unit mobil pemadam dari BP Batam dan Pemko Batam dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Namun upaya mereka sempat terkendala oleh kepulan asap tebal dan banyaknya bahan mudah terbakar yang mempercepat penyebaran api.
Asap hitam pekat sempat menyelimuti kawasan industri Kabil dan terlihat hingga radius satu kilometer. Warga sekitar mengaku khawatir dengan kandungan zat kimia di udara pascakebakaran, mengingat banyaknya material limbah yang terbakar.
Sementara itu, hasil penyelidikan awal akan terus dikembangkan setelah hasil labfor diterima oleh penyidik. Polda Kepri memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan.
“Tunggu hasil Labfor sebagai dasar untuk menentukan penyebab pasti kebakaraan,” tutup Silvester. (*)
Reporter: Yashinta



