Minggu, 15 Maret 2026

Polisi Butuh Bukti Lebih Kuat Terkait Keterlibatan A dalam Kasus Skimming Bank Riau Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Polisi menggiring pelaku skimming Bank Riau Kepri saat tiba di Bandara Hang Nadim, Senin (23/5) F, Juanda

batampos – Polisi masih melakukan pemberkasan atas kasus skimming ATM Bank Riau Kepri. Berkas kasus ini masih belum dikirim kejaksaan. Kasubdit V Ditreskrimsus Kompol Yunita Stevani mengaku masih melengkapi berkas-berkas penyelidikan Victor dan dua rekannya.

“Belum (dikirimkan), masih pemberkasan,” kata Kompol Yunita, Senin (6/6).

Ia mengatakan tim subdit V Ditreskrimsus terbagi-bagi dalam menangani beberapa kasus. Meskipun begitu, ia mengatakan pemberkasan tetap berjalan. Agar berkas kasus ini bisa segera dikirimkan ke kejaksaan.

Saat ditanya mengenai keterlibatan A, orang yang disebut-sebut membantu Victor (WN Bulgaria, otak pelaku skimming). Yunita mengaku bahwa untuk menelusuri jejak A, membutuhkan alat bukti yang cukup.

Lagi pula, A juga berada di luar negeri. Sehingga, polisi tidak bisa menetapkan A sebagai tersangka, walaupun ada pengakuan dari Victor. “Tidak semudah itu,” ucapnya.

Namun, mengenai peranan A. Yunita tak menampik ada kemungkinan A membantu Victor dalam melakukan pengolahan data nasabah yang dicuri. “Butuh bukti yang lebih kuat,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan Victor dan kedua rekannya ditangkap di Lombok, Sabtu (21/5) lalu. Penangkapan terhadap Victor ini dilakukan, setelah adanya laporan dari Bank Riau Kepri yang menyatakan yang nasabahnya sebesar Rp 800 juta raib.

Dari penyelidikan kepolisian, Victor mengaku tidak sendirian dalam mengolah data hasil skimming. Data yang didapatnya dikirimkan ke rekannya, yakni A, WN Bulgaria. Data-data yang diolah A dikirimkan ulang ke Victor, setelah itu barulah dimasukan ke dalam kartu magnetik kosong.

Setelah data-data nasabah dimasukan ke dalam kartu magnetik kosong itu, Victor bisa mengambil uang nasabah Bank Riau Kepri dari beberapa ATM di Bali. Dalam menjalankan aksinya di Batam, Victor dibantu oleh Claudia (Warga Negara Indonesia) dan John Peter (Warga Negara Indonesia). (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

SALAM RAMADAN