
batampos – Kepolisian Sektor Sagulung masih terus mendalami kasus penyerangan rumah warga di kawasan Sagulung Baru yang sempat menghebohkan warga. Penanganan kasus dilakukan secara menyeluruh karena kedua belah pihak, baik pelapor pertama maupun pihak yang disebut sebagai pelaku, sama-sama membuat laporan ke polisi dengan tuduhan yang saling berlawanan.
Kapolsek Sagulung Iptu Husnul melalui Kanit Reskrim Iptu Anwar Aris menyampaikan bahwa hingga saat ini proses pemeriksaan terhadap kedua belah pihak masih berlangsung. “Kasus ini kami tangani secara transparan dan adil. Keduanya sudah kami ambil keterangannya, karena masing-masing mengaku sebagai korban,” kata Aris, Minggu (27/7).
Menurut Aris, kasus ini kemungkinan besar dipicu oleh perselisihan antar kelompok remaja yang sebenarnya saling mengenal. “Mereka ini sebenarnya saling kenal, hanya mungkin ada perselisihan. Namanya juga anak-anak remaja. Saat ini kami masih dalami untuk mencari tahu siapa yang memulai dan bagaimana kronologis yang sebenarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Rumah Diserang Belasan Orang, Warga Sagulung Baru Trauma
Versi laporan dari pihak pertama menyebutkan bahwa anak mereka diserang oleh sekelompok remaja saat pulang membeli nasi goreng. Tak lama kemudian, rumah mereka diserang dan dirusak. Namun di sisi lain, kelompok remaja yang dituduh menyerang juga melapor mengalami pemukulan oleh keluarga pelapor pertama.
“Dua laporan masuk ke kami. Satu menyebutkan terjadi penyerangan dan pemukulan di rumah, satu lagi melaporkan pemukulan di luar lokasi. Kami proses keduanya,” tegas Aris. Ia mengatakan bahwa penyidik tengah mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi-saksi di lapangan.
Aris juga mengungkapkan, dari informasi awal yang diterima, keributan dipicu oleh cekcok ringan antara anak pelapor pertama dan tiga remaja lainnya. “Diduga bermula dari saling ejek atau teriakan di jalan. Namun kami belum bisa simpulkan versi mana yang paling valid,” tambahnya.
Baca Juga: Cuaca Panas dan Kering, Damkar Batam Imbau Warga Waspadai Ancaman Kebakaran
Saat kejadian berlangsung, polisi langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan lebih lanjut. “Anggota kami langsung datang ke lokasi malam itu. Satu orang diamankan, dan kendaraan yang diduga milik kelompok remaja juga dibawa ke kantor,” jelas Aris.
“Kami tanggapi cepat begitu laporan masuk dan langsung lakukan tindakan pengamanan. Sekarang fokus kami adalah penyelidikan agar kasus ini tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di lingkungan,” katanya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



