Sabtu, 28 Februari 2026

Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Pencabulan Siswa SMP di Bengkong dan Kini sedang Diburu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi pencabulan. f. Istimewa

batampos – Perkembangan terbaru penyelidikan kasus dugaan pencabulan terhadap seorang siswa di salah satu SMP di wilayah Bengkong, Batam, menunjukkan kemajuan signifikan. Satreskrim Polresta Barelang kini telah mengantongi identitas terduga pelaku yang sebelumnya dilaporkan melarikan diri usai kejadian.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian, membenarkan bahwa identitas pelaku telah diketahui penyidik dan saat ini masuk dalam proses pencarian. “Identitas terduga pelaku sudah kami kantongi. Tim masih melakukan pengejaran dan pendalaman untuk segera mengamankan yang bersangkutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus tersebut bermula dari laporan orang tua korban kepada pihak kepolisian setelah menerima pengaduan dari anaknya terkait dugaan tindakan pencabulan yang dialami. Sebelumnya, korban terlebih dahulu menyampaikan peristiwa tersebut kepada pihak sekolah.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui berkenalan dengan terduga pelaku melalui media sosial. Komunikasi yang awalnya berlangsung secara daring kemudian berlanjut hingga keduanya bertemu langsung di wilayah Bengkong.

Dalam pertemuan itulah diduga terjadi tindakan pencabulan terhadap korban. Setelah kejadian, korban mengalami tekanan psikologis dan akhirnya menceritakan peristiwa tersebut kepada pihak sekolah sebelum diteruskan kepada orang tua.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut secara resmi ke Polresta Barelang, yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim dengan melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan saksi-saksi.
Menurut Debby, hingga saat ini korban tercatat satu orang dan berada dalam kondisi baik serta mendapat pendampingan dari pihak kepolisian bersama instansi terkait. “Korban dalam kondisi baik dan saat ini berada dalam pengawasan PPA serta terus mendapatkan pendampingan,” jelasnya.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait mengingat terduga pelaku diduga merupakan warga negara asing. Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di media sosial guna mencegah kasus serupa kembali terjadi.(*)

SALAM RAMADAN