
batampos — Gangguan pasokan air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, polisi turun langsung mengawal pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki selama akhir pekan.
Kegiatan pengamanan distribusi air bersih tersebut dilaksanakan Polsek Batuampar bersama unsur pemerintahan setempat. Air bersih disuplai oleh PT Air Batam Hilir sebagai layanan darurat bagi masyarakat yang masih mengalami gangguan aliran air di sejumlah wilayah.
Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, memimpin langsung pengamanan dengan melibatkan personel kepolisian serta berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Sejak pagi hari, aparat disiagakan untuk memastikan pendistribusian berjalan aman serta mencegah antrean berlebih di lingkungan warga.
Baca Juga: Program Magang Mahasiswa 2026, Kemenag Batam Tunggu Petunjuk Teknis
“Kami memastikan pendistribusian air bersih berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga dapat diterima masyarakat dengan baik,” ujar Amru Abdullah.
Ia menegaskan, kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Selain aparat kepolisian, kegiatan ini turut dihadiri Camat Batuampar Yuliandi Saputra, lurah setempat, serta para ketua RT dan RW. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan pendistribusian air tepat sasaran dan benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Pelaksanaan pengamanan diawali dengan apel personel, kemudian dilanjutkan dengan pendistribusian air bersih sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil tangki menyasar sejumlah RW di Kelurahan Tanjung Sengkuang yang masih mengalami gangguan pasokan air.
Berdasarkan data kelurahan, kebutuhan air bersih warga terdampak mencapai 84 trip mobil tangki per hari. Namun pada pelaksanaan hari ini, distribusi dilakukan sebanyak 48 trip, seiring mulai pulihnya aliran air ke sebagian rumah warga meski masih dengan tekanan rendah. Distribusi difokuskan pada wilayah yang aliran airnya belum kembali normal. (*)



