
batampos – Oknum Ketua RT yang menjual kupon paket sembako murah palsu menghilang dari tempat kediamannya di kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji. Polsek Batuaji terus melacak keberadaanya demi mempertanggungjawabkan perbuatannya yang diduga telah menipu ratusan warga di berbagai kelurahan di Kecamatan Batuaji.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Budi Santosa menuturkan, usai dilaporkan warga ke Polsek Batuaji, Pa oknum ketua RT di Kelurahan Bukit Tempayan itu telah kabur dari rumah kediamannya di perumahan Puskopkar. Hingga, Minggu (6/3) siang kemarin polisi masih mencari tahu keberadaanya. “Lagi dicari. Di rumahnya sudah kosong sejak awal dia dilaporkan,” ujar Budi.
Kasus penipuan kupon paket sembako murah ini terkuak atas laporan dari Oktavila, warga Kampung Cunting, Kelurahan Tanjunguncang, Minggu (27/2). Kepada polisi pelapor mengaku telah menyetor sejumlah uang kepada Pa yang berdalih menjual kupon paket sembako murah beberapa hari sebelumnya. Beberapa hari menanti paket sembako murah tersebut tak kunjung tiba. Pelapor mencoba mendatangi rumah Pa namun Pa dan keluarga sudah tak berada di rumahnya.
Dari aduan tersebut polisi melakukan penyelidikan dan belakangan diketahui sudah banyak warga yang menjadi korban penipuan serupa. Pelaku diduga telah mengumpulkan yang bernilai ratusan juta dari masyarakat yang diiming-iming paket sembako murah tadi.
Camat Batuaji Ridwan menuturkan, apa yang dilakukan oknum RT ini murni penipuan sebab, pemerintah belum ada program sembako murah. Jikapun ada, prosedurnya tidak seperti itu. Penyaluran harus melalui perangkat RT/RW setempat dan pembayaran dilakukan di tempat penyaluran sembako murah.
“Itu penipuan oleh oknum RT. Memanfaatkan jabatannya. Bagi warga yang merasa tertipu silahkan lapor ke Polisi biar diusut tuntas. Kita dari Pemerintah tidak ada seperti itu. Kalau ada sembako murah prosedurnya jelas harus melalui pemberitahuan ke RT/RW masing-masing dan pembayaran di tempat pengambilan sembako, bukan disetor duluan seperti itu,” ujar Ridwan.
Ketua RT 01/ RW 23 Kelurahan Tanjunguncang, Surya Dharma Sitompul yang warganya juga menjadi korban penipuan mengakui memang tak ada informasi apapun terkait pembagian dan pengutipan uang paket sembako murah tersebut ke perangkat RT/RW setempat. Perangkat baru tahu belakangan setelah mencuat laporan dugaan penipuan tadi.
“Makanya kami semua sempat ke kelurahan Bukit Tempayan mempertanyakan itu. Kenapa bisa perangkat RT dari Bukit Tempayan masuk sampai ke wilayah Kelurahan Tanjunguncang. Orang kelurahan (Bukit Tempayan) juga bingung, mereka mengaku tak tahu menahu dengan praktik penjualan kupon itu dari oknum RT mereka tadi,” ujar Surya.
Informasi lain yang disampaikan warga korban penipuan tadi menyebutkan, kasus dugaan penipuan berkedok kupon paket sembako murah ini diduga melibatkan banyak pihak, sebab pengutipan uang dari warga dilakukan melalui koordinator dari setiap wilayah. Misalkan kelurahan Tanjunguncang ada dua sampai tiga orang koordinator yang tak lain adalah warga Tanjunguncang juga.
Ini juga menjadi dasar bagi sebagian korban untuk mempolisikan juga mereka-mereka yang disebut koordinator tadi yang menerima uang dari warga. “Panjang ini kasusnya karena beberapa oknum warga yang mengutip uang dari kami (warga korban penipuan) juga akan dilaporkan,” ujar Darwis, seorang warga. (*)
Reporter : Eusebius Sara



