Rabu, 25 Februari 2026

Polisi Selidiki Dugaan Uang Rp 4,3 Miliar Hilang dari Rekening Salah Satu Perusahaan Terkemuka di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora.
(f. Aziz / Batam Pos)

batampos – Dana milik salah satu perusahaan ternama di Batam dilaporkan raib secara misterius dari rekening bank tanpa sepengetahuan manajemen. Nilainya fantastis, mencapai Rp4,38 miliar. Kasus dugaan kejahatan perbankan ini kini ditangani Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau.

Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut. Ia menyebut, laporan korban sudah diterima dan saat ini tengah masuk tahap penyelidikan awal oleh penyidik.

“Benar, ada laporan yang kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Untuk penanganan teknisnya dilakukan oleh subdit terkait,” ujar Silvester saat dikonfirmasi, Rabu (25/2).

Kasus tersebut kini ditangani Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri. Kepala Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Mahari, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman guna mengungkap modus dan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan kejahatan perbankan tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap laporan korban. Sejumlah data transaksi dan alur dana sedang kami telusuri,” kata Arif.

Disinggung sudah berapa orang yang diperiksa, Arif masih enggan menjelaskan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini bermula saat dana perusahaan milik seorang pengusaha berinisial IWC (59) yang tersimpan di rekening Bank CIMB Niaga diketahui mendadak berkurang drastis. Manajemen perusahaan tidak pernah melakukan transaksi maupun memberikan persetujuan atas pemindahan dana tersebut.

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke kepolisian. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTPL) Nomor: STTPL/B/22/II/2026/SPKT/Polda Kepulauan Riau tertanggal 13 Februari 2026 pukul 17.08 WIB.

Dalam laporan tersebut, total kerugian yang dialami korban mencapai Rp4.380.000.000. Dana perusahaan diduga ditransfer ke sejumlah rekening yang tidak dikenali oleh pihak korban maupun manajemen perusahaan.(*)

ReporterYashinta

SALAM RAMADAN